Ephorus HKBP Bertemu Gubernur Lampung: Perkuat Sinergi Pembangunan dan Harmoni Umat

Dokumentasi Foto

Lampung (29/3) – Menegaskan perannya sebagai pilar penggerak perubahan sosial yang progresif, HKBP secara strategis memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk mendukung kedaulatan pangan dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini mengemuka dalam pertemuan antara Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, dengan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., di Kantor Gubernur Lampung pada Minggu malam (29/3/2026).

Ephorus HKBP secara khusus menyoroti inisiatif inovatif Gubernur dalam pengembangan program pupuk organik. Langkah ini dinilai sejalan dengan visi HKBP dalam pemberdayaan warga jemaat di sektor agraris dan optimalisasi lahan produktif milik gereja. Selain itu, HKBP berkomitmen menjadi mesin penggerak kualitas SDM melalui pembinaan karakter generasi muda yang bebas dari narkoba dan radikalisme, demi mewujudkan visi “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas.”

Lebih lanjut, Pdt. Dr. Victor Tinambunan mengatakan bahwa eksistensi suku Batak di Lampung sangatlah signifikan, mencapai lebih dari 100.000 jiwa, dan banyak dari mereka warga jemaat HKBP yang tersebar di 50 Gereja. Besarnya jumlah jemaat ini membawa tanggung jawab moral bagi Gereja HKBP untuk turut serta menjaga stabilitas sosial dan secara aktif mendukung program ekonomi kerakyatan pemerintah. Dukungan ini termasuk penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar masyarakat dapat semakin mandiri secara ekonomi.

Menanggapi inisiatif baik tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut antusias kehadiran rombongan pucuk pimpinan HKBP. Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor merupakan kunci utama dalam memajukan daerah, mengingat keberagaman suku, budaya, dan agama di Lampung adalah sebuah kekayaan yang harus dikelola secara konstruktif.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri dalam membangun daerah. Kami sangat membutuhkan dukungan dari tokoh-tokoh agama untuk ikut menyosialisasikan berbagai program pembangunan, mulai dari sektor pendidikan, kesehatan, hingga upaya nyata dalam penanggulangan kemiskinan,” tegas Gubernur. Menurutnya, lembaga keagamaan memiliki peran vital dalam membentengi generasi muda. Di tengah tantangan sosial yang semakin kompleks, gereja dinilai memiliki posisi strategis untuk mencegah pengaruh negatif seperti penyalahgunaan narkoba dan paparan paham radikalisme.

Sebagai tindak lanjut yang konkret, pertemuan ini turut mengerucut pada eksplorasi berbagai peluang kerja sama di masa mendatang. Beberapa program yang dicanangkan meliputi pengembangan UMKM yang digerakkan oleh basis jemaat, serta optimalisasi pemanfaatan lahan-lahan produktif milik gereja untuk menunjang ketahanan pangan daerah. Gubernur berpesan agar kolaborasi ini terus dijaga sehingga dapat menjadi pilar penjaga harmoni sekaligus motor penggerak visi Lampung yang maju dan sejahtera.

Melengkapi suasana kekeluargaan yang masih berada dalam nuansa perayaan Idul Fitri, silaturahmi ini dihadiri oleh jajaran penting dari kedua belah pihak. Mendampingi Ephorus beserta istri, hadir Praeses HKBP Distrik XXXII Lampung Pdt. Mauli Aritonang, Dr. Donald Harris Sihotang, Duma Simatupang, Pdt. Singhan Pardede, Pdt. Reonald Hutabarat, St. Albert Rumahorbo, St. Mombang Napitupulu, Gr. Alipen Pakpahan, Pdt. Agustina Ompusunggu, Pdt. Tunas Sitanggang, St. Evan Sijabat, Pdt. RJ Hutagaol, Pdt. Immanuela Sitorus, St. Triyanto Sitorus, dan Tina Simamora.

Sementara itu, dari jajaran Pemerintah Provinsi Lampung, Gubernur turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Dr. Marindo Kurniawan, Asisten I Pemerintahan M. Firsada, serta Kepala Dinas Kominfo Ganjar Jationo. Rangkaian silaturahmi malam itu diakhiri dengan penyematan Ulos khas Batak, prosesi pertukaran plakat penghargaan, dan sesi foto bersama sebagai simbol persahabatan serta kemitraan yang erat antara HKBP dan Pemerintah Provinsi Lampung.

Scroll to Top