- Doa pembuka
Bapa kami yang di Surga, Bapa yang Maha Kasih di dalam Tuhan Yesus Kristus, kami datang ke hadirat-Mu dengan hati yang penuh syukur. Kami percaya bahwa setiap nafas yang kami hirup adalah anugerah dari-Mu. Saat ini, ketika kami merenungkan firman-Mu, biarlah Roh Kudus bekerja di dalam hati kami, sehingga kami mengerti, merasakan, dan mengalami kebenaran-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa. Amin.
- Renungan
Kolose 1 : 15
“Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung,
lebih utama dari segala yang diciptakan”
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Banyak orang percaya bahwa Allah itu ada. Tetapi sering muncul pertanyaan sederhana: Seperti apa Allah itu? Kita tidak bisa melihat-Nya. Kita tidak bisa memotret-Nya. Kita tidak bisa menyentuh-Nya. Lalu bagaimana kita mengenal Dia?
Di sinilah firman Tuhan hari ini menjadi sangat indah. Rasul Paulus menulis kepada jemaat di Kolose: “Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan.”Artinya sederhana tetapi sangat dalam: Kalau kita ingin tahu seperti apa Allah itu, lihatlah Yesus.
Ketika Yesus mengasihi orang berdosa, itulah hati Allah.
Ketika Yesus mengampuni, itulah karakter Allah.
Ketika Yesus rela berkorban, itulah kasih Allah.
Allah yang tidak bisa kita lihat, menjadi nyata di dalam Yesus.
Lalu Paulus berkata, Yesus adalah “yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan.” Maksudnya bukan bahwa Yesus adalah ciptaan pertama, tetapi bahwa Ia adalah yang paling tinggi, yang paling berkuasa atas segala sesuatu. Ia bukan sekadar guru, bukan hanya tokoh agama, tetapi Tuhan atas seluruh hidup dan dunia ini.
Mengapa Paulus menegaskan ini? Karena jemaat waktu itu mulai mencari hal-hal lain di luar Kristus. Mereka ingin tambahan pengalaman rohani, tambahan aturan, tambahan perantara. Paulus mengingatkan: Kristus sudah cukup.
Saudara-saudari yang dikasihi Tuhan.
Bukankah kita juga sering seperti itu? Kita percaya kepada Yesus, tetapi hati kita masih menggantung pada hal lain. Kita merasa aman kalau punya jabatan. Kita merasa tenang kalau punya uang. Kita merasa berharga kalau dipuji orang. Tanpa sadar, Kristus bukan lagi pusat hidup kita.
Firman hari ini mengajak kita kembali.
Jika Yesus adalah gambar Allah, maka Dialah yang harus kita pandang setiap hari.
Jika Yesus adalah yang terutama, maka Dialah yang harus menjadi yang utama dalam keputusan, pekerjaan, keluarga, dan pelayanan kita.
Renungan ini mengajak kita agar : Jangan menjadikan Yesus hanya bagian dari hidup kita. Jadikan Dia pusat hidup kita. Biarlah melalui hidup kita, orang lain dapat melihat sedikit dari “gambar Allah” itu, melalui sikap kita, perkataan kita, dan kasih kita. Kiranya Kristus sungguh menjadi yang terutama dalam hidup kita. Amin.
- Doa Penutup
Ya Tuhan Allah Bapa kami, kami bersyukur karena Engkau yang tidak kelihatan telah menyatakan diri-Mu di dalam Yesus Kristus. Melalui Dia kami mengenal kasih-Mu, pengampunan-Mu, dan kebenaran-Mu. Ampuni kami jika selama ini Engkau belum sungguh menjadi yang terutama dalam hidup kami. Ajarlah kami menempatkan Kristus sebagai pusat pikiran, keputusan, pekerjaan, dan pelayanan kami setiap hari. Bentuklah hidup kami agar semakin serupa dengan Dia, sehingga melalui sikap dan perbuatan kami, orang lain dapat melihat terang-Mu. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin.
CPdt. Johanes Sibarani



