Apresiasi Pencabutan Izin PT TPL dan Go-Digital, HKBP Siapkan Transformasi Besar di 2026

Dokumentasi Foto

PEARAJA TARUTUNG (3/2) – Ephorus, Sekretaris Jenderal dan jajaran Kepala Departemen HKBP menyampaikan sejumlah informasi bagi para Praeses yang sedang mengikuti Rapat selama 2-4 Februari 2026 di Kantor Pusat HKBP, Pearaja Tarutung. Seluruh informasi yang dipaparkan meliputi capaian strategis dan langkah-langkah yang sedang ditempuh dalam rangka memastikan agenda “Tranformasi: Pengajaran Iman di Tengah Keluarga” berjalan lancar sepanjang tahun 2026.

Di hari kedua (3/2), Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan kembali mengapresiasi dukungan pemerintah dan seluruh pihak atas keberhasilan upaya advokasi lingkungan hidup yang diperjuangkan. Hal ini disampaikannya dihadapan 32 Praeses Distrik dari berbagai daerah yang berkumpul di Kantor Pusat HKBP, Pearaja, Tarutung. Hal ini disampaikannya merujuk pada pencabutan izin operasional PT Toba Pulp Lestari (PT TPL) pada 20 Januari 2026 oleh pemerintah. Keputusan ini merupakan buah dari perjuangan konsisten HKBP bersama masyarakat sipil dalam menyuarakan dampak ekologis di Tanah Batak.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th, mengumumkan kelulusan 630 Calon Pelayan HKBP (Pendeta, Guru Huria, Bibelvrouw, dan Diakones) dari 805 peserta ujian. Namun, Sekretaris Jenderal HKBP menegaskan bahwa HKBP selalu mengutamakan integritas dari para peserta ujian. Peserta yang lulus diharapkan merupakan peserta yang juga dari ujian integritas. Di bawah koordinasi Sekretaris Jenderal, HKBP juga melakukan digitalisasi besar-besaran melalui pengamanan siber (SSL GlobalSign), pendaftaran DUNS Number, serta pembentukan WhatsApp Channel resmi. HKBP juga memperkuat sistem sentralisasi melalui kerja sama strategis dengan Bank Tabungan Negara (BTN) untuk mempermudah setoran pelean dari ribuan resort.

Sementara itu, tiga departemen di HKBP melaporkan terobosan signifikan:

  • Marturia (Misi): Meluaskan sayap internasional dengan membuka Pos Pelayanan di Tochigi, Jepang, serta memperkuat kemitraan dengan gereja-gereja di Korea Selatan dan Jerman.

  • Diakonia (Pelayanan Kasih): Merespons cepat bencana alam di Aceh dan Sumut melalui unit Caritas Emergency, serta fokus pada pemberdayaan difabel melalui PK Hephata dan kesehatan mental (ODGJ).

  • Koinonia (Persekutuan): Menyiapkan kurikulum pengajaran iman keluarga dan literasi ekologi bagi generasi muda.

Sebagai penutup informasi capaian tersebut, Ephorus menyampaikan bahwa HKBP saat ini tengah mempersiapkan perayaan HUT ke-165 yang direncanakan digelar di Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Acara berskala nasional ini diharapkan menjadi momentum persatuan jemaat HKBP yang kini telah tersebar di seluruh dunia.

Scroll to Top