Syalom, selamat pagi Bapak/Ibu yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Saya berharap kita semua dalam keadaan sehat. Sebelum kita memulai aktivitas kita marilah kita mulaiberdoa dan mendengarkan Firman Tuhan. Marilah kita berdoa: Bapa yang di dalam surga kami bersyukur atas segala berkat dan kasih karunia yang boleh kami rasakan hingga pada hari ini. Pagi hari ini Tuhan kami ingin mendengarkan firmanMu kkiranya Engkau berkenan menguasai hati dan pikiran kami agar kami mampu menerima firman-Mu serta menjalankan firman-Mu didalam kehidupan kami. Di dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan mengucap syukur. Amin.
Saudara/Saudari yang terkasih di dalam Yesus Kristus, firman Tuhan bagi kita pada saat ini tertulis dalam Habakuk 1 ayat 5 : “Lihatlah diantara bangsa-bangsa dan perhatikanlah, jadilah heran dan tercengang-cengang, sebab aku melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu yang tidak akan kamu percayai, jika diceritakan“
Saudara yang terkasih dalam Yesus Kristus…..
Pernah kah kita merasa ditinggal kan oleh Tuhan ? jika kita pernah „merasa“ begitulah perasaan Nabi Habakuk ia merasa Tuhan Tidak menjawad atau tidak mendengar keluhannya. Habakuk adalah nabi Yehuda sekitar abad ke 7 SM menjelang kehancuran Yerusalem (Sebelum pembuagan Babel) bangsanya penuh dengan ketidakadilan, kekerasan dan kemerosotan iman. Habakuk adalah nabi yang peduli dengan apa yang menimpa bangsannya. Dia melihat kejahatan ada dimana-mana. Itulah yang membuat nabi Habakuk memohon kepada Tuhan mengeluh kan kepada Tuhan tentang keadaan bangsanya.
Habakuk merasa Tuhan diam terhadap kejahatan yang terjadi di Yehuda. Habakuk bertanya berapa lama lagi dia harus berseru dan Tuhan menjawadnya (1:2) Namun, diamnya Tuhan Allah sebenarnya Ia mempersiapkan rencana yang besar melampaui pemahaman manusia. Tuhan Akhirnya menjawad Habakuk,Tetapi jawaban Tuhan sangat mengejutkan..itulah khobtah kita dipagi hari ini.
Allah memberikan jawaban yang mengejutkan. Ia memakai bangsa Babel untuk menghukum umatnya sendiri. Karna itu khotbah kita pagi hari ini menekankan bahwa kedaulatan Tuhan Allah menlampaui logika manusia. Tuhan dapat memakai alat yang tidak biasa atau bahkan yang terlihat buruk untuk mendisplikan umat-Nya. Kata Heran dan tercengang-cengang“dalam ayat ini menunjukan bahwa tindakan Tuhan sering spektakuler dan tak masuk akal bagi kita.
Saudara yang terkasih…..
Saat menanti jawaban Tuhan kita harus hidup dalam iman. Bersabar dalam setiap proses. Dalam situasi yang krisis, rencana yang gagal atau berantakan, janganlah kita buru buru mengatakan Tuhan tidak peduli kepada kita. Rancangan Tuhan berbeda dengan manusia. Kekuatan untuk dapat bertahan merupakan ketetapan Tuhan. Allah tidak tinggal diam pada umatnya. Jangan melewatkan pekerjaan Tuhan Hanya karena bentuknya tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. dari pada kita kita tengelam dalam kecemasan atau kegelisahan, mari kita latih mata kita melihat dan mencari jejak Tuhan. Gunakanlah perspektif Habakuk untuk tetap bertanya dan menanti jawaban Tuhan dengan iman percaya kita. Tuhanlah memmegang kendali penuh atas kehidupan kita. Kita dipanggil untuk tetap percaya meski rencanaNya sulit dimegerti. amin
Mari Kita berdoa:
Terimkasih kasih Tuhan untuk FirmanMu yang boleh kami dengarkan, ajarlah kami untuk boleh selalu melihat rancangan Tuhan dalam Kehidupan kami. kami boleh melihat karyaMu didalam disetiap persoalan hidup kami.
Kami memohon kepadaMu Tuhan biarlah kami boleh semakin dekat dan hanya berseru kepadaMu.disetiap persoalan yang kami hadapi dan tetap setia KepadaMu. Berkati kami sepanjang hari ini untuk dapat melakukan aktivitas kami. Didalam nama AnakMu Tuhan Yesus kristus kami berdoa..Amin
Diak.Kartini Sri Junita sitohang – Biro Personalia Bagian Kesejahteraan Pelayan/DPLK AIA



