"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Ceramah Kepala Departemen Marturia HKBP Pada Pemberdayaan Kepala Bidang Marturia



CERAMAH KEPALA DEPARTEMEN MARTURIA HKBP

Pdt. Kardi Simanjuntak, S.Th., M.Min.

Pada Pemberdayaan Kepala Bidang Marturia

Seminarium-Sipoholon, 17-18 Juni 2021

 

Pengantar

Kita patut bersyukur kepada Tuhan Yesus Raja Gereja yang senantiasa berkenan memelihara kehidupan umat-Nya. HKBP memiliki tugas besar di tengah dunia yang multikompleks ini. Tugas tersebut bukan berasal dari manusia melainkan dari Yesus Kristus Sang Raja Gereja sebagaimana yang Dia tugaskan kepada murid-murid-Nya untuk pergi dan menghasilkan buah (Yoh. 15:16). Berdasarkan Firman Tuhan tersebut dan Rencana Strategis HKBP 2020-2024, HKBP telah menetapkan langkah awal pada tahun 2021 ini sebagai Tahun Pemberdayaan dengan prioritas utama pemberdayaan seluruh pemangku tugas di HKBP.

HKBP sebagai bagian dari tubuh Kristus (institusi ilahi) dan sebagai organisasi keagamaan (institusi sosial) hidup dalam konteks dinamis yang harus terus digumuli. Situasi yang berubah cepat menuntut gereja untuk senantiasa memperbarui diri agar pelayanannya dapat menyentuh kehidupan warga jemaat. Untuk itulah dalam melaksanakan tugas panggilannya, HKBP perlu memikirkan bentuk-bentuk pelayanan yang transformatif. Dalam hal ini peranan distrik-distrik di HKBP sangat penting, mengingat konteks dan kebutuhan pelayanan yang beragam di setiap wilayah HKBP.

Dalam mencapai visi HKBP “Menjadi Berkat Bagi Dunia” dan menyadari pentingnya peranan distrik dalam mengimplementasikan visi tersebut, maka HKBP melakukan percakapan dalam bentuk pemberdayaan pada hari ini dan besok (17-18 Juni 2021) kepada para kepala bidang yang menjadi penggerak pelayanan koinonia, marturia, dan diakonia.

Pada kesempatan yang berharga ini, Departemen Marturia HKBP mengharapkan kegiatan pemberdayaan ini menjadi wadah koordinasi, evaluasi, dan membangun strategi pelayanan marturia di seluruh aras pelayanan HKBP.

 

Pembahasan/Uraian

Departemen Marturia HKBP dengan dua unit pelayanannya, yaitu Biro Sending/PI dan Biro Ibadah-Musik telah menyusun program kerja pelayanan untuk tahun 2021 (dokumen akan dibagikan kepada seluruh peserta) yang telah ditetapkan pada Rapat MPS 21-22 Januari 2021 yang lalu. Tentunya, dari sekian banyak program pelayanan yang ditetapkan ada program prioritas baik di tingkat pusat maupun distrik. Hal itulah yang akan saya uraikan dalam sesi ini.

·Tingkat Pusat

1.Memandirikan Pos Sending.

HKBP telah memulai sending/penginjilan tahap kedua. Penginjilan ini berbasis diakonia. Tentu kita mengingat karya penginjilan para misionaris pada masa awal pekabaran Injil di Tanah Batak yang dengan serius mendasari metode penginjilannya dengan diakonia (ulaon asi ni roha). Hal itu tampak jelas dari peninggalan misionaris tersebut dalam bidang kesehatan (rumah sakit), bidang pendidikan (sekolah-sekolah), dan pengembangan masyarakat dalam berbagai bidang keterampilan maupun pertanian. Itu sebabnya Dr. J.R. Hutauruk sering menyebut penginjilan para misionaris itu sebagai “Injil yang Diakonal.”

Tahun ini HKBP berencana akan memandirikan pelayanan sending di Pulau Rupat bertepatan dengan Jubileum 50 tahun Sending di Pulau Rupat pada bulan November 2021 yang akan datang. Konsep yang terpikirkan hingga saat ini, yaitu akan diadakan pelatihan pertanian dan peternakan di Pulau Rupat serta ibadah raya yang akan dihadiri oleh Pimpinan HKBP.

 

Demikian juga dengan Ressort Dirga GKJ Trans Pasir Pangaraian Distrik XXII Riau. Hingga saat ini, Pendeta Ressort yang melayani masih tanggungan Kantor Pusat HKBP. Setelah diadakan kunjungan dan diskusi bersama Pendeta Ressort dan para Penatua, ternyata Ressort ini mampu untuk membelanjai sendiri Pendeta Ressort. Oleh karena itu, sejak bulan Oktober 2021 maka Pendeta Ressort Dirga GKJ Trans Pasir Pangaraian tidak lagi tanggungan Kantor Pusat HKBP, tetapi ditanggung oleh ressort itu sendiri.

 

2.Pengembangan Pos Pelayanan

Melihat realitas penyebaran masyarakat Batak, khususnya orang Kristen di banyak wilayah di Indonesia. Maka dibutuhkan pengembangan pos pelayanan di beberapa distrik, khusunya di wilayah perkotaan, wilayah industri, dan wilayah perkebunan. Untuk itu Departemen Marturia HKBP akan segera merekrut dan mempersiapkan pelayan sending yang masih muda melayani di pos-pos sending tersebut. Ada beberapa pos sending yang akan kita satukan dan kembangkan, khususnya di wilayah Jambi dan Riau baik yang dilayani langsung oleh Biro PI HKBP ataupun Ressort yang berdekatan yang bisa disatukan menjadi satu ressort khusus, seperti:

Pos PI Pemayungan Jambi Dikordinir Biro PI

Pos PI Ulu Sumay Jambi Dikordinir Biro PI

Pos PI Sungai Pompang Jambi Dikordinir Biro PI

Pos PI Rogate Patokan Riau Dikordinir Biro PI

Pos Parm. Paseban Pemayungan Jambi Dikoordinir oleh Ress. Tebo Wirotho Agung jambi

Beberapa Pos Parm/Pel yang dikoordinir oleh Ressort Indragiri Air Molek

*) Hal ini juga berlaku bagi daerah lain yang berdekatan dengan Pos Sending HKBP di bawah naungan Biro PI HKBP

 

Salah satu langkah yang kita lakukan untuk mencapai tahapan peningkatan pelayanan bagi gereja yang berstatus Pos PI/Pos Pel./Pos Parm. perlu kerja sama dengan distrik-distrik untuk melakukan pendataan dan pemetaan.

 

3.Dialog Antaragama (interreligious dialogue).

Kegiatan ini bertujuan untuk membangun kerukunan antar umat beragama dalam konteks masyarakat majemuk. Gereja harus hadir sebagai sahabat bagi semua orang. Kegiatan ini juga sekaligus menjadi pemberdayaan bagi para pelayan HKBP agar mampu berkomunikasi dan berdialog dengan semua agama, suku, dan semua golongan dalam masyarakat.

 

4.Pelestarian Lingkungan Hidup.

Memberitakan Injil adalah tugas orang percaya. Setiap pribadi sudah diselamatkan oleh Yesus Kristus, memiliki tugas mutlak memberitakan Injil, baik secara internal maupun eksternal. Penting untuk diingat, bahwa inti keselamatan dari Injil itu bukan hanya diperuntukkan kepada salah satu makhluk yaitu manusia, sebab bila demikian hal itu merupakan diskriminasi terhadap makhluk lain. Karena itu Markus 16:15-16 memproklamasikan bahwa objek pemberitaan Injil bukan hanya kepada manusia, melainkan kepada seluruh makhluk. Injil Markus memandang segala makhluk secara universal dalam kesatuan dan keutuhan ciptaan sebagai alamat penyelamatan Allah.

HKBP melalui Departemen Marturia akan melaksanakan program penaburan bibit ikan dan penanaman bibit pohon di wilayah Tapanuli Raya, sebagai wujudnyata dari perintah Tuhan Yesus untuk memberitakan keselamatan kepada segala makhluk melalui pelestarian lingkungan di wilayah Tapanuli Raya.

Kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan alam Tapanuli Raya melalui penaburan bibit ikan dan penanaman pohon di wilayah Tapanuli Raya. Selanjutnya, membangun kesadaran warga jemaat dan masyarakat bahwa tugas kesaksian (pemberitaan Injil) juga diwujudkan dalam bentuk menjaga dan melestarikan lingkungan hidup.

5.Klinik Pastoral Care.

Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi para pelayan yang menghadapi masalah, baik masalah keluarga, ekonomi, sosial, dsb. Tentunya, pelayanan klinik pastoral ini menjadi wadah untuk mendengarkan setiap pergumulan para pelayan, mendoakan mereka, dan mendampingi dengan tetap menjadi privasi setiap klien. Tentu dalam hal ini Departemen Marturia akan mempersiapkan para pelayan untuk menjadi konselor.

 

·Tingkat Distrik

1.Membangkitkan dan Membentuk Tim Marturia Distrik.

Penting untuk membentuk (bagi yang belum ada) atau membangkitkan kembali (bagi yang sudah ada) tim marturia distrik. Tim tersebut tentunya akan membantu pelayanan marturia di tingkat distrik bersama Kepala Bidang dan Praeses dalam menyusun serta melaksanakan strategi pelayanan marturia. Bekerja tim tentunya jauh lebih baik daripada bekerja sendiri. Tim ini diharapkan mampu menjadi penggerak pelayanan marturia di setiap distrik.

 

2.Training of Trainers (ToT) Modul Penginjilan HKBP.

Kegiatan ini bertujuan untuk melatih sekaligus mensosialisasikan modul penginjilan HKBP. Modul ini merupakan panduan maupun metode pelayanan penginjilan yang diharapkan seragam pada semua aras pelayanan HKBP. Kegiatan ini juga menjadi wadah pemberdayaan setiap kepala bidang distrik, ketua dewan, ketua seksi, para pengajar, hingga anak sekolah minggu terkait modul penginjilan HKBP.

 

3.Menyegarkan dan Membangkitkan Aleale Sending.

Departemen Marturia melalui Biro Sending HKBP menetapkan salah satu Program di tahun 2021, yaitu Program AlealeSending. Program ini merupakan wujud nyata dari orientasi pelayanan HKBP yang telah ditetapkan oleh HKBP untuk tahun 2021, yaitu Tahun Pemberdayaan HKBP. Melalui AlealeSending, Departemen Marturia ingin membentuk satu Komunitas bagi sahabat-sahabat HKBP, baik dari anggota jemaat maupun di luar jemaat HKBP, yang berkerinduan untuk turut berpartisipasi dalam pekabaran Injil.

Departemen Marturia melalui AlealeSending mengharapkan partisipasi seluruh pihak yang bersedia menjadi sahabat dari AlealeSending untuk turut berpartisipasi dalam pekabaran Injil dengan berkomitmen memberikan bantuan baik secara moril dan materi. Adapun komitmen yang dimaksud yaitu bersedia mendoakan setiap program pekabaran Injil, dan bersedia memberikan bantuan dana secara kontinuitas maupun situasional.

 

4.Pelayanan Masyarakat Perkotaan.

Tanpa mengesampingkan pelayanan masyarakat tradisional, pelayanan masyarakat kota menjadi hal yang krusial saat ini. Perkembangan zaman dan konteks yang selalu berubah cepat menuntut pelayanan yang optimal dan transformatif terhadap masyarakat kota. Ada empat kategori prioritas dalam pelayanan masyarakat kota, yaitu mahasiswa, buruh, rumah sakit, dan lembaga pemasyarakatan. Untuk itu, Departemen Marturia akan mempersiapkan 5-10 orang pelayan (pendeta) muda untuk diutus ke distrik perkotaan dengan fokus pelayanan keempat kategori tersebut.

 

6.Mendirikan Lembaga Kursus dan Pelatihan Musik Gerejawi Berbasis Buku Logu HKBP.

Salah satu keprihatinan kita dalam bidang musik gerejawi adalah semakin berkurangnya pemusik baik dari kalangan warga jemaat bahkan pelayan yang tidak paham menggunakan Buku Logu sebagai dasar utama iringan musik gerejawi HKBP. Bisa dikatakan bahwa Buku Logu HKBP merupakan “harta karun” yang hampir punah.

Untuk itulah Departemen Marturia HKBP melalui Biro Ibadah-Musik HKBP akan mendirikan lembaga kursus dan pelatihan musik gerejawi berbasis Buku Logu HKBP demi melestarikan harta karun tersebut.

 

Penutup

Demikianlah uraian kegiatan Departemen Marturia HKBP tahun 2021 yang dapat saya sampaikan. Semoga melalui pemberdayaan para kepala bidang yang kita laksanakan saat ini kita mampu membangun strategi pelayanan di setiap distrik demi terwujudnya visi HKBP “Menjadi Berkat Bagi Dunia.”




Pustaka Digital