"Ai Ahu do donganmu,” ninna Jahowa, “laho paluahon ho; ai sun siap do bahenonHu saluhut bangso parbegu haambolonganmu na Hubahen i na sai laon, alai anggo ho ndang siap bahenonHu; ingkon pinsangonHu do ho nian hombar tu uhum, jala ndang tarbahen so toruanHu ho.

Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Jeremia 30:11

Dari gereja "Katakombe", HKBP Kompas Indah HKBP, Kadep Diakonia HKBP: Menderita untuk Allah Membawa Kemuliaan

Bekasi, 15 April 2022

Kepala Departemen Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debira Sinaga, M.Th melakukan kunjungan gerejawi ke HKBP Kompas Indah, Tambun Selatan, Bekasi. Gereja ini cukup unik karena gereja ini berada di bawah tanah. Lokasi gereja mirip seperti gereja di Yerusalem atau mungkin dapat mengingatkan keadaan gereja mula-mula yang beribadah di katakombe. Gereja ini juga berada di sekitaran sekitaran rel kereta api.

Dalam kunjungan gerejawi tersebut, Ibu Pdt. Debora Sinaga, M.Th melayankan pewartaan firman baik pada ibadah pagi mau pun siang hari. Berangkat dari Yesaya 52:13-15, Ibu Pdt. Debora Sinaga, memaparkan bagaimana beratnya konsekuensi yang harus diemban oleh seorang hamba Allah dalam mengerjakan tugas yang dipercayakan kepadanya.

Gambaran penderitaan itu menunjuk pada penderitaan yang Yesus alami. Kekerasan fisik dan perendahan martabat diterimanya ketika Dia menerima tamparan, cambukan dan diludahi banyak orang hanya agar pekerjaanNya dapat selesai yaitu keselamatan dunia dari kematian kekal. Dia menderita namun pada akhirnya selepas menyelesaikan tugasNya, Dia ditinggikan dan dimuliakan banyak orang.



Gereja ini dipimpin oleh Ibu Pdt. Roida Gultom dan dibantu oleh 21 majelis jemaat. Ibu Kadep Diakonia juga memberikan pelayanan Perjamuan Kudus bersama dengan Ibu Pdt. Roida Gultom.

HKBP menjadi berkat bagi dunia


Pustaka Digital