"Ai Ahu do donganmu,” ninna Jahowa, “laho paluahon ho; ai sun siap do bahenonHu saluhut bangso parbegu haambolonganmu na Hubahen i na sai laon, alai anggo ho ndang siap bahenonHu; ingkon pinsangonHu do ho nian hombar tu uhum, jala ndang tarbahen so toruanHu ho.

Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Jeremia 30:11

Dukacita Jemaat, Pelayan, dan Pimpinan HKBP atas Berpulangnya Pdt Oktorium

Berpulangnya Pdt. Oktorium Togar Pangihutan Hutabarat, S.Th, Pendeta Fungsional di HKBP Cimahi Resort Cimahi Distrik XVIII Jabartengdiy membawa kesedihan bagi jemaat dan pelayan HKBP, khususnya jemaat yang pernah dilayaninya. Pdt. Oktorium dikenal sebagai pendeta yang lemah lembut, ramah, baik dan memiliki spiritualitas yang tinggi.


Pdt. Oktorium Togar Pangihutan Hutabarat, S.Th lahir pada 23 Oktober 1960 dan meninggal 21 Maret 2022 dini hari. Beliau meninggalkan istri yang begitu ramah dan pelayan yang setia menunaikan tahbisan sebagai seorang pendeta yaitu, Pdt. Roida Situmorang dan seorang putri yaitu Hadasa Hutabarat.


Riwayat pelayanan yang dibacakan Kepala Biro Personalia, Pdt. Rikson Hutahaean memperlihatkan kerendahan hati, kesetiaan, dan loyalitas yang tidak ragukan terhadap Pimpinan HKBP yang menugaskan beliau. Pdt. Rikson memberitahukan bahwa sebelum "kepergian" Pdt. Oktorium, tahapan mutasi menjadi Pendeta HKBP Resort Bandung Tengah sedang dalam proses. Itu diakui oleh perwakilan Pimpinan dan teman seangkatan di STT HKBP Pematangsiantar tahun 1984. Sekretaris Jenderal, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST dalam suasana kesedihan menegaskan bahwa Pdt. Oktorium merupakan pelayan yang menjadi teladan dan menginspirasi pelayan lainnya, termasuk para pelayan seangkatannya. 


Ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar, menyampaikan bela sungkawa atas "kepulangan" Pdt. Oktorium. Semasa pelayanannya, Pdt. Oktorium tekun melayani di semua tempat pelayanan. "Dia tidak pernah bersungut-sungut kemana pun beliau ditempatkan oleh Pimpinan," tandas Ephorus.


Renungan yang disampaikan berdasarkan nats Kitab Ayub 1:21, Ephorus menghibur seluruh keluarga, "Tuhan telah memberikan seorang pendeta, hamba-Nya yang dengan tulus mempersembahkan diri untuk melayani gereja-Nya. Beliau telah membawa banyak orang untuk percaya kepada Kristus. Baiklah semua keluarga, Pdt. Roida dan Hadasa Hutabarat memuji Tuhan, karena pelayanan hamba-Nya ini," sebut Ephorus.


Sekretaris Jenderal, Kepala Departemen Koinonia, Kepala Departemen Marturia, dan tatusan pendeta dari berbagai daerah mendampingi Ompu i Ephorus memberangkatkan Pdt. Oktorium ke tempat peristirahatan sementara, sebagaimana iman percaya umat Kristen. 


Ibadah pemberangkatan jenazah Pdt. Oktorium dilaksanakan di HKBP Pearaja, Selasa (22/3/2022) dan dikebumikan di daerah Hutabarat, Tarutung.

(B-TIK)

Pustaka Digital