"Dung i ninna Jahowa ma tu ibana: “Dame ma di ho! Unang ho mabiar, ndang mate ho ala ni i. Dung i dipauli si Gideon ma disi langgatan sada di Jahowa, jala dibahen goarna: Jahowa haroroan ni hatuaon”. Rasirasa sadarion sai disi dope i di Opra, pinompar ni Abieser nampunasa.

Tetapi berfirmanlah TUHAN kepadanya: “Selamatlah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati.” Lalu Gideon mendirikan mezbah disana bagi TUHAN dan menamainya: TUHAN itu keselamatan. Mezbah itu masih ada sampai sekarang di Ofra, kota orang Abiezer."

Panguhum 6: 23-24

Ephorus Buka Resmi Konsultasi Nasional Diakonia HKBP

Ephorus Pdt Dr Darwin Lumbantobing membuka resmi Konsultasi Nasional Diakonia HKBP 2019 yang diselenggarakan mulai Rabu, 13 Februari – Jumat, 15 Februari 2019 di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Kompleks Kantor Pusat HKBP, Pearaja Tarutung. Kegiatan ini melibatkan Praeses HKBP, pelayan penuh waktu yang menjadi utusan tiap distrik, lembaga pendidikan HKBP, pelayan tahbisan, dan lembaga terkait dalam pelayanan diakonia sosial. Turut hadir pimpinan HKBP dalam pembukaan ini, yaitu Sekretaris Jenderal Pdt David Sibuea MTh DMin, Kepala Departemen Koinonia Pdt Dr Martongo Sitinjak, dan Kepala Departemen Diakonia Pdt Debora Sinaga MTh (Ketua Umum Konas Diakonia).

Pembukaan dilakukan dalam ibadah pembukaan yang dilayani oleh Pdt Martongo Sitinjak sebagai pengkhotbah dan Pdt Margareth Sianipar sebagai liturgis. Seusai ibadah, Pimpinan HKBP, tamu undangan dan peserta bersama-sama mendapatkan pelayanan perjamuan kudus dari pendeta yang melayani ibadah.

Dalam khotbahnya yang didasarkan pada Injil Lukas 4: 16 – 21, Pdt Martongo mengatakan, pelayanan diakonia harus berjalan di setiap sendi pelayanan gereja. Pelayanan diakonia gereja kepada kemanusiaan yang tertindas sebab Kristus hadir ke dalam dunia bagi manusia untuk menyelamatkan kemanusiaan yang tertindas.

Pada teks juga dikatakan kepada mereka yang terkurung, yaitu mereka yang tertindas karena sistem politik dan sistem masyarakat yang memarjinalkan orang lain. “Kita diajak untuk peduli dengan ketertindasan itu. Memberikan kepedulian kepada mereka yang terpinggirkan,” ujarnya.

Melalui orientasi pelayanan HKBP tahun 2019 dan konas ini, ia berharap ada perubahan pola pikir jemaat dan pelayan terhadap pelayanan diakonia yang menyeluruh. Bukan dari yang kuat kepada yang lemah, tapi dari lemah kepada yang kuat. Ia mengatakan ini mengutip seperti yang dikatakan Rasul Paulus, memberikan perhatian kepada bagian tubuh yang lemah.

Pada hari yang sama juga peserta mendapatkan pembekalan materi, yaitu keynote speech dari Ephorus, tanggung jawab gereja terhadap orang-orang miskin dalam konteks Alkitab dalam bentuk pastoral oleh Sekretaris Jenderal Pdt David Farel Sibuea MTh DMin, Spiritualitas Pelayan oleh Pdt Dr Sukanto Limbong, dan panel diskusi oleh Pdt Josef Purnama Widyatmadja, Ika Simarmata dan Kepala Departemen Diakonia Pdt Debora Purada Sinaga MTh. Pada akhir kata sambutan, Pimpinan HKBP mendapatkan kenang-kenangan berupa parcel dan Sepatu Gerdia (Gerakan Diakonia) yang diserahkan langsung oleh Ketua Pelaksana Konas Pdt Colan Pakpahan MTh.

Di tengah kegiatan ini juga diadakan kerja sama antara HKBP dengan Rumah Sakit Murni Teguh Medan dalam bentuk penandatanganan nota kesepahaman. Turut hadir dalam konas ini, Indra Buana Hutauruk dari Yayasan Surya Kebenaran Indonesia, Ridwin Purba dari Komite Nasional Lutheran World Federation, Komite AIDS HKBP, Erikson Napitupulu Ketua LSM Santosa, Ervina Siahaan Wakil Dekan III Psikologi Universitas HKBP Nommensen, Asina Pasaribu Wakil Dekan I Psikologi Universitas HKBP Nommensen, Ramses Siahaan Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara, Parsaoran Hutagalung Asisten I Pemkab Taput, dan Kapten S Purba mewakili Dandim Tapanuli Utara. Biro Informasi - DM

comments

Leave a Reply

Pustaka Digital