"Ai Ahu do donganmu,” ninna Jahowa, “laho paluahon ho; ai sun siap do bahenonHu saluhut bangso parbegu haambolonganmu na Hubahen i na sai laon, alai anggo ho ndang siap bahenonHu; ingkon pinsangonHu do ho nian hombar tu uhum, jala ndang tarbahen so toruanHu ho.

Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Jeremia 30:11

Ephorus Kepada 30 Wisudawati: Ciptakan Masyarakat yang Melayani

Balige, 22 September 2021 | 10.00-13.00 

HKBP.or.id - "Sekolah Diakones ini lahir dari sejarah panjang pelayanan diakoni gereja di Jerman, lalu ke Tanah Batak. Saudari bukan hanya sekedar untuk melayani masyarakat saja, tapi ciptakanlah masyarakat yang mau melayani," tegas Ephorus dalam sambutannya di Wisuda Sekolah Tinggi Diakones. 


Acara wisuda ini berlangsung di Aula STD, Balige, dengan protokol kesehatan yang sangat ketat. Guna menjaga jarak, maka hanya wisudawati dan para dosenlah yang hadir di tempat, sedangkan para orangtua mengikutinya dari ruang virtual. 


Ephorus HKBP dalam sambutanya mengapresiasi para Mahaguru yang telah berhasil mengajari para mahasiswi di era digital dan masa pandemi. Era yang tidak mudah. Dimana pembelajaran tatap muka harus tiba-tiba berubah menjadi pembelajaran virtual. 

Beliau juga sampaikan semangat kepada 30 wisudawati, "You should be proud! Lulusan sekolah diakones diakui dalam dan luar negeri. Bahkan sudah akreditasi institusi dan akreditasi program studi." 


Ephorus juga menegaskan pentingnya mempersiapkan diri sedini mungkin untuk melayani dengan baik. Bahkan bukan hanya melayani, tapi para lulusan STD diminta harus bisa menciptakan budaya masyarakat yang melayani satu sama lain. (SKE_JFS)

Pustaka Digital