"Arga do hamu ditobus; unang ma olo hamu parhatobanon ni jolma!

Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia."

1 Korint 7:23

Ephorus Lantik Pdt. Daniel Taruli Asi sebagai Kepala Departemen Marturia HKBP

Jabatan Kepala Departemen Marturia sementara waktu dilaksanakan oleh Ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar sejak meninggalnya Pdt. Kardi Simanjuntak, M. Min pada 1/9/2021 lalu. Pelaksanaan tugas Kepala Departemen Marturia yang sementara diemban Ephorus merupakan amanah yang terkandung dalam Aturan Peraturan HKBP Amandemen III.


Ompu i Ephorus mengundang anggota Majelis Pekerja Sinode (MPS) untuk mengadakan rapat (14-16/2/2022) dengan agenda: Evaluasi Program, membahas Sentralisasi Keuangan, Draft Aturan Peraturan HKBP Amandamen IV, memilih Badan Usaha, dan memilih Kepala Departemen Marturia. Pada rapat tersebut, Pdt. Daniel Taruli Asi Harahap, M.Th terpilih secara aklamasi sebagai Kepala Departemen Marturia HKBP.

Pelantikan Pdt. Daniel sebagai Kepala Departemen Marturia diselenggarakan pada ibadah Minggu pagi (20/2/2022) di HKBP Pearaja Tarutung yang dipimpin oleh Ompu i Ephorus.



Ephorus lewat khotbahnya menyegarkan pengamatan tentang "rivalitas dan kompetisi" yang sensitif merugikan masyarakat luas. Mengatasi hal tersebut, Ephorus menegaskan 5 hal, yaitu: mengasihi musuh, berbuat baik kepada yang memusuhi kita, memberkati orang yang mencela kita, mendoakan orang yang berencana jahat kepada kita dan bermurah hati kepadanya sama seperti Bapa di sorga.


Pelantikan Pdt. Daniel diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Ephorus oleh Waka Biro Personalia, Pdt. Jhon Edison Silitonga, S.Th. Setelahnya, Pdt. Daniel memperkenalkan diri dan memohon doa agar dapat mengemban tugas baru serta dapat bekerja sama dengan Pimpinan lainnya.



Ephorus menekankan pada bimbingan arahannya, bahwa Pekabaran Injil harus terus digalakkan, baik penginjilan ke dalam maupun keluar, sebab banyak orang belum benar-benar percaya kepada Kristus. Penginjilan saat ini terbantu dengan penggunaan teknologi digital. Tantangan kita masih besar, banyak jemaat belum dapat beribadah dengan nyaman karena persoalan IMB gerejanya tidak diterbitkan pemerintah dan persoalan lainnya. 

Mengakhiri bimbingannya, Ephorus menyebutkan agar kita semua saling membantu. (B-TIK)



Pustaka Digital