"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Gereja Ramah Pariwisata, dimulai dari HKBP Lobu Tangga

Serius persiapkan warga jemaat sekitar Danau Toba sambut destinasi pariwisata super prioritas, Ephorus kunjungi HKBP Lobu Tangga Ressort Muara, Sumatera Utara. Tak main-main, Ephorus gerakkan semua biro terkait dan para pemerhati untuk mempersiapkan semuanya. Bahkan, lima hari sebelumnya secara khusus Ephorus mengundang para majelis jemaat untuk hadir di Kantor Pusat, Pearaja Tarutung. Berita mengenai pertemuan itu dapat di akses di tautan berikut: https://www.hkbp.or.id/index.php/article/hkbp-lobu-tangga-resort-muara-model-gereja-pariwisata

Didasari oleh Firman Tuhan yang tertulis di Roma 8:1-8, Ephorus ajak warga jemaat untuk hidup dalam kerajinan lalu melawan kemalasan. Hal ini ditekankan olehnya sebagai ciri dari orang yang sudah diperbaharui oleh Roh Kudus yang menuntun kepada damai sejahtera.

"Kerajinan adalah modal utama awal untuk hidup yang lebih baik. Terutama dalam mempersiapkan diri sebagai model utama gereja ramah pariwisata,"   gugah Ephorus dalam kebaktian Pesta II Peringatan Turunnya Roh Kudus di gereja HKBP Lobu Tangga Resort Muara,  Senin(24/5/2021).

Demi mempercepat target Gereja Ramah Pariwisata, usai kebaktian, Ephorus paparkan tiga hal yang sudah dikerjakan HKBP dalam rangka mempersiapkan diri berpariwisata. Ketiga hal itu meliputi pemberdayaan kepada para praeses sekitar Danau Toba, Kerjasama dengan Gereja Kristen Protestan Bali, Universitas Dhyana Pura yang sangat berpengalaman di bidang pariwisata. Juga dengan TCI (Transformation Connection Indonesia) yang piawai menangani pertanian dan Pendidikan karakter.

Pdt. Dr. Enig Aritonang Kepala Biro Pembinaan yang sengaja dihadirkan Ephorus menambahkan, "Selain mempersiapkan infrastruktur, kita perlu mempersiapkan karakter jemaat yang siap berpariwisata, yaitu ramah dan bersih. Sehingga orang yang datang akan merasa nyaman, terus terkenang dan mungkin akan kembali ke tempat kita."

Mendengar paparan tersebut, mewakili generasi muda dan generasi tua memberi respon positif. “masih sempatkah saya melihat kemajuan ini kelak,” ungkap Op. Cahaya Siregar mewakili generasi tua. Senada dengan itu, Albert Siregar, mewakili genarasi muda gereja mengatakan dengan semangat, “ajari kami Amang untuk meningkatkan life skill kami.”

Seluruh majelis dan warga jemaat menyambut gagasan menjadikan HKBP Lobu Tangga sebagai model gereja ramah pariwisata. Menindaklanjuti kesepakatan ini, Ephorus akan temui anak rantau Muara di Jakarta untuk mendapatkan topangan. (SKE_JFS/PS.



Pustaka Digital