"Ai Ahu do donganmu,” ninna Jahowa, “laho paluahon ho; ai sun siap do bahenonHu saluhut bangso parbegu haambolonganmu na Hubahen i na sai laon, alai anggo ho ndang siap bahenonHu; ingkon pinsangonHu do ho nian hombar tu uhum, jala ndang tarbahen so toruanHu ho.

Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Jeremia 30:11

Ibadah Minggu 2022, HKBP Balige Resort Balige, Toba

Balige, hkbp.or.id - HKBP Balige Resort Balige - Toba mengadakan ibadah Minggu (20/03/2022).

Kali ini, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan melayankan peribadahan di HKBP Balige Resort Balige. Kehadirannya disambut hangat oleh parhalado yang bertugas dalam peribadahan pukul 09.00 WIB.


Ibadah dilayani oleh St. Betti br. Siahaan sebagai Liturgis, St. Sarmauli Sinaga sebagai pembaca warta, serta Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan sebagai Pengkhotbah. Ayat khotbah berdasar kepada teks Lukas 13: 1-9, sesuai Almanak HKBP.

Dalam khotbahnya, Pdt. Tinambunan menyampaikan, “Yesus hendak mengarahkan supaya orang-orang tidak berfokus kepada dosa-kesalahan orang lain. Ketika orang banyak menghadapkan perkara kekejaman Pilatus dan dosa-kesalahan orang-orang yang dikorbankan, namun Yesus mau menggiring perhatian mereka supaya “bercermin” pada (kekurangan) diri sendiri. Bahwa mereka yang masih hidup tidak berarti lebih baik daripada mereka yang telah dikorbankan.

Pimpinan HKBP ini menekankan bahwa Tuhan masih memberi waktu (kesempatan) kepada kita sesuai dengan rancangan-Nya. Maka sudah selayaknya setiap umat percaya memaknainya dengan ungkapan syukur dan menerapkannya.

Seperti halnya perumpamaan pohon ara yang tidak berbuah. Sang pengurus kebun supaya meminta waktu (kesempatan) kepada tuannya supaya jangan segera ditebang. Begitu juga Tuhan mengharapkan kita memakai waktu (kesempatan) yang diberikannya agar hidup berbuah yang baik.


“Maka di dalam kesempatan nafas hidup yang masih Tuhan karuniakan ini, hendaknya dipergunakan untuk memperbaiki diri. Setiap umat memaknai nats ini, sebagai kesempatan yang Tuhan karuniakan untuk kita membenahi diri, dan bukan untuk menghakimi orang lain. Hidup meneladani kasih Kristus dan melakukan yang kehendak-Nya,” ujarnya.

Kepada jemaat HKBP Balige, Pdt. Tinambunan menyampaikan bahwa Allah menghendaki setiap umat yang dikasihi-Nya dapat hidup rukun dalam kasih. Ada tindakan untuk mau mengampuni. Firman Tuhan mengatakan, “... sampai tujuh puluh kali tujuh kali.” Ini adalah simbol, yang berarti tidak terbatas. Demikian halnya mengampuni “sampai tidak berbatas” merupakan jalan hidup orang percaya yang telah menerima kasih karunia Allah, pungkasnya.

Seusai ibadah, Pdt. Dr. Victor Tinambunan berfoto dengan para Parhalado di ruang konsistori gereja sebagai kenang-kenangan akan kunjungan pastoral pimpinan HKBP ke gereja mereka, HKBP Balige Resort Balige, Toba.

SKS-JHB



Pustaka Digital