"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Ibadah Pemberangkatan Jenazah Ibu Tiodortina Manurung di HKBP Pematangsiantar

SIANTAR, hkbp.or.id - Kabar duka datang dari Keluarga Pdt. Maurixson Silitonga (Praeses Distrik V Sumatera Timur) atas meninggalnya Istri beliau, Ibu Tiodortina Manurung (52 tahun).


Jenazah disemayamkan di Aula Kantor Distrik V Sumatera Timur dan diberangkatkan dari Gereja HKBP Pematangsiantar (Kampung Kristen).


Mewakili rekan-rekan Praeses, Pendeta Rein Justin Gultom menyampaikan kata penghiburan kepada Pdt. Maurixson dan keluarga.

Mewakili Pucuk Pimpinan HKBP dari Pearaja, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan menyampaikan kata penghiburan didampingi Kadep Diakonia, Pdt. Debora Purada Sinaga.

"Ibu yang kita kasihi ini telah masuk ke dalam bagian yang dimenangkan oleh Tuhan," hibur Pdt. Tinambunan.


Mengutip Surat Filipi 3:20-21, Pdt. Tinambunan menyampaikan bahwa kewargaan Ibu Tiodortina Manurung adalah di dalam Kerajaan Sorga.

"Ibu kita ini kembali ke kewargaannya, yaitu warga kerajaan sorga," tutup Pdt. Tinambunan.

Ibadah pemberangkatan jenazah dilayani oleh Praeses Distrik Humbang, Pdt. Daminna Lumbansiantar sebagai Liturgis dan Kadep Marturia, Pdt. Daniel Taruli Asi Harahap sebagai Pengkhotbah.


Khotbah yang disampaikan oleh Pdt. Harahap berdasar kepada Surat Rasul Paulus kepada Jemaat Roma 8:38; 14:9. Menggambarkan kejamnya maut, Pdt. Harahap menjelaskan bahwa maut sangat gelap dan kejam. Maut dapat meremukkan hati, merusak rencana, dan menghancurkan sukacita, namun kematian tidak dapat memisahkan kita dari kasih Tuhan.

"Kematian begitu kejam, gelap, dan mengerikan namun kematian tidak bisa merenggut kita dari kasih Tuhan"


Dalam khotbahnya, Pdt. Harahap juga menekankan bahwa tidak apa-apa seorang anak bersedih dan berduka apabila kehilangan seorang ibu. "Menangislah, berdukalah namun dengan kepala tegap dan menatap ke salib Kristus, karena di situlah kekuatan bagi kita," terang Pdt. Harahap.

Jenazah diberangkatkan dari HKBP Pematangsiantar ke tempat peristirahatan di Nagojor, Tanah Jawa.

SKS-NS/SKM-ERHS


Pustaka Digital