"Antong bolongkon hamu ma nasa hajahaton dohot nasa angkal dohot pangiburuon nang panihaion.

Karena itu buanglah segala kejahatan, segala tipu muslihat dan segala macam kemunafikan, kedengkian dan fitnah."

1 Petrus 2:1

JUBELIUM 50 TAHUN HKBP CIBINONG, SEKJEND HKBP: DOA ADALAH MENYESUAIKAN DIRI DENGAN KEHENDAK TUHAN

CIBINONG, hkbp.or.id - Perayaan Jubelium 50 tahun jemaat HKBP Resort Cibinong dirayakan bertepatan dengan Minggu Rogate (22/5/2022) di Balai Pertemuan Umum (BPU) Bagas Raya.

Hadir langsung dari Kantor Pusat HKBP Pearaja-Tarutung, Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan menyampaikan khotbah yang didasarkan kepada Yakobus 5:13-18. (Khotbah dapat dilihat di sini)

Perayaan Rogate (Rogation) berawal pada masa Bishop Mamertus (Bishop Viena), yang pada tahun 470 menyerukan umat untuk melakukan doa dan puasa ketika mereka mengalami bencana alam dahsyat. Jadi, Rogate awalnya berkaitan dengan masalah bencana alam yang merusak pertanian. Intinya memang “doa”, tetapi doa khusus memohon kebaikan alam ciptaan Tuhan. 

Dalam tradisi Gereja Lutheran hari Senin, Selasa, Rabu sesudah Minggu Rogate merupakan hari-hari permohonan pengampunan dosa. Ini sangat relevan juga dengan kondisi global saat ini dimana krisis ekologis yang di antaranya keadaan perubahan iklim merupakan ancaman terbesar secara global saat ini. Doa-doa kita seharusnya berisi permohonan pengampunan dosa karena ulah kita merusak bumi milik Tuhan ini sekaligus doa berisikan komitmen pertobatan dan tekad merawat alam ciptaan Tuhan.


Firman Tuhan, Yakobus 5:13-18 ini menekankan satu hal: “Dalam setiap keadaan kita seharusnya mengarahkan perhatian kepada Tuhan”. Sedikitnya ada tiga keadaan yang disebutkan di sini yang dalam setiap keadaan itu orang percaya harus selalu terhubung dengan Tuhan dalam doa: 

1. Keadaan menderita. “Kalau ada seorang di antara kamu yang menderita, baiklah ia berdoa” (ayat 13). Umumnya penderitaan ada dua jenis. Pertama, penderitaan karena iman dan kesetiaan kepada Tuhan. Orang-orang Kristen generasi awal sering kali menanggung derita karena iman mereka. Ini yang disebut dengan salib. Kedua, karena kesalahan atau dosa sendiri. Contoh yang paling dekat misalnya dokter sudah sangat tegas melarang pasien tertentu supaya konsumsi lemak dikurangi atau jangan merokok. Tetapi si pasien tidak menuruti. Saat berhadapan dengan sangsang (cincang B2 ) atau BPK dia tetap menyantap sambil berkata “mate, mate mangan” (mati mati makan). Penderitaan pun berlanjut. Penderitaan jenis ini bukanlah salib tetapi “silap”, lupa menuruti petunjuk yang baik. Tetapi yang kita syukuri adalah: Allah menerima doa-doa kita apakah kita sedang menanggung penderitaan sebagai salib atau penderitaan karena “silap” yang dibarengi dengan perubahan hati.

2. Keadaan bergembira. “Kalau ada seorang yang bergembira baiklah ia menyanyi” (ayat 3). Menyanyi adalah juga bagian dari doa. Artinya, nyanyian orang yang bergembira adalah juga dalam keterhubungan dengan Tuhan. Nyanyian seperti ini berisi pujian kepada Tuhan. Ciri orang yang memuji Tuhan di antaranya adalah: sepenuhnya memuji Tuhan dan tidak memuji diri, memiliki semangat positif dalam menjalani kehidupan dan menunaikan tugas panggilan, dan memberi kegembiraan kepada orang lain. Jubileum adalah sukacita karena kebaikan Tuhan, kita menyanyi memuji Tuhan.

3. Keadaan sakit. Dalam nats ini disebutkan memanggil penatua jemaat, supaya penatua jemaat mendoakan. Disebut juga “serta mengolesnya dengan minyak dalam nama Tuhan”. Yang utama di sini bukan minyak, tetapi “dalam nama Tuhan”. Karenanya, mekipun para pelayan gereja tidak mengolesi minyak saat mendoakan orang sakit doa itu tidak berkurang maknanya. Yang menyembuhkan bukan minyak, bukan pula doa itu melainkan Tuhan, Sang Tabib yang Agung itu.  

Tugas kita adalah berdoa dengan sungguh-sungguh dan melakukan tugas kita sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya. Buahnya adalah pekerjaan Tuhan. Kitalah yang menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan, bukan sebaliknya Tuhan menyesuaikan diri dengan kehendak kita. Tetap bersukacita di dalam Tuhan, Saudara terkasih.


Ibadah dihadiri oleh ratusan Anak Sekolah Minggu, Remaja, dan Naposobulung HKBP Cibinong. Dari pantauan, perayaan jubelium jemaat yang dilayani oleh Pdt. Tiapul Hutahaean dan Pdt. Monru Nainggolan hari ini dihadiri oleh kurang lebih 1300 orang warga jemaat.

(SKS-NS)