"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Kadep Diakonia kepada Peserta LPP 1: Mengenal HKBP dengan Mengenal Perangkat HKBP

Seminarium Sipoholon, 18 Februari 2022

"Tak kenal maka tak sayang", inilah ungkapan yang mungkin sudah cukup sering kita dengarkan. Ungkapan ini jelas menyatakan kepada kita rasa sayang itu diawali dengan pengenalan.

Demikian juga yang diperlukan oleh setiap calon pelayan HKBP, dimana setiap calon pelayan HKBP yang akan melayani HKBP perlu diperkenalkan dengan beragam perangkat HKBP untuk memantik tumbuhnya rasa cinta kepada HKBP dan tentu saja dengan adanya rasa cinta itu para calon pelayan akan mencintai tugas pelayanan yang akan dikerjakannya kelak.


Berangkat dari itulah dalam Latihan Persiapan Pelayanan (LPP) khususnya LPP 1, setiap calon pelayan perlu dibekali dengan pengenalan akan beragam perangkat HKBP dan salah satu di antaranya adalah RPP HKBP.

Kepala Departemen Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Sinaga, MTh dipercaya untuk menyampaikan materi mengenai RPP HKBP. Dalam pemaparannya Ibu Kadep Diakonia menyatakan kalau RPP HKBP harus dipahami sebagai media bagi gereja untuk menggembalakan dan memelihara kekudusan umat ketimbang memahaminya sebagai hukuman.

Sesi berlangsung cukup menarik dan terjadi interaksi serta diskusi terbuka antara Ibu Kadep Diakonia dengan para peserta yang mengikuti LPP I.

HKBP menjadi berkat bagi dunia


Pustaka Digital