"Arga do hamu ditobus; unang ma olo hamu parhatobanon ni jolma!

Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia."

1 Korint 7:23

Kadep Koinonia HKBP: Ini yang Harus Dilakukan Umat Kristen Saat Kehilangan Harapan

Minggu, 13 Maret 2022, Kepala Departemen Koinonia melayankan khotbah di HKBP Narumonda Hasundutan, Resort Eben Ezer Parparean, Distrik IV Toba. Sebuah jemaat filial yang berjumlah ruas 160 KK dilayani 12 orang sintua, dan dipimpin oleh Bvr. Ervina Oktavia Simatupang.



Jemaat ini terdiri dari 5 lingkungan, lingk. Siompuompu, lingk. Siponggol Dolok, lingk. Narumonda, lingk. Lumban na bolon, dan lingk. Sipitupitu. Secara umum, profesi warga jemaat adalah petani. Persekutuan kategorial terdiri dari 5 paduan suara, Koor Ama, koor Ina Kamis, Koor gabungan Betesda, Koor Ina Ester, dan Koor Remaja-Naposobulung. Namun karena situasi pandemi, paduan suara ini tidak aktif untuk sementara waktu.

Kebaktian minggu berlangsung dengan hikmat dan mulai pada pukul 10.00 WIB. Dalam khotbahnya, Pdt. Deonal Sinaga mengawali dengan perkenalan diri dan menyampaikan salam dari Pimpinan HKBP, Ompu i, Ephorus, Sekretaris Jenderal HKBP, Kepala Departemen Koinonia, Kepala Departemen Marturia, dan Kepala Departemen Diakonia HKBP.

Pdt. Deonal Sinaga menyampaikan, “Saat ini banyak orang yang ketakutan. Banyak orang yang tidak tahu apa yang akan terjadi besok atau lusa. Khususnya saudara-saudara kita yang berada di zona perang Rusia-Ukraina. Banyak yang terperangkap di desa, kota, atau tempat-tempat yang menjadi medan pertempuran. Jutaan orang yang sudah mengungsi ke Polandia dan negara-negara lainnya di Eropa.”


“Mereka ketakutan. Mereka tidak memiliki kepastian akan masa depan. Mereka tidak tahu di mana mereka akan tinggal, apa yang akan dimakan dan pakaian yang akan dipakai. Bagaimana pendidikan anak-anak mereka. Semua serba tidak pasti. Ketidakpastian membuat orang takut dan khawatir. Karena itu, mereka bersedih dan tidak jarang kehilangan pengharapan.”

“Kondisi di Ukraina digambarkan dalam lagu yang sedang viral “I draw my life,” ‘ketika dunia penuh dengan kekerasan, tidak ada masa depan. Ketika impian sirna, ketakutan berkuasa.” Ketika ketakutan dan kehilangan pengharapan (fear and hopelessness) menguasai hidup kita, apa yang kita butuhkan adalah kata-kata yang menguatkan dan memberikan harapan. Itulah yang kita dapatkan dalam nats Firman Tuhan hari ini. Kisah ini adalah bagian dari sejarah panjang Abram (Abraham) dan bagian dari rencana besar keselamatan yang datangnya dari Allah (Heilsgeschicte) bagi umat Tuhan dan bagi dunia ini.”

Melalui khotbah Minggu Reminiscere ini Pdt. Deonal Sinaga mengajak jemaat agar tetap berpegang teguh pada rencana Tuhan sekalipun kita seringkali menghadapi situasi sulit. Usai kebaktian Minggu, seluruh parhalado berfoto bersama dengan pimpinan HKBP. (DK-NXC)



Pustaka Digital