"Tungki do rohangku di bagasan, dibahen i marningot do ahu di Ho sian luat martopihon Jordan, dohot sian Hermon, sian dolok Misar.

Jiwaku tertekan dalam diriku, sebab itu aku teringat kepada-Mu dari tanah sungai Jordan dan pegunungan Hermon, dari gunung Mizar."

Psalmen 42: 7

Kadep Marturia Kunjungi HKBP Paindoan

Minggu (5/5/2019), Kepala Departemen Marturia HKBP Pdt. Dr. Anna Ch. Vera Pangaribuan melakukan kunjungan pastoral dan melayani ibadah di HKBP Paindoan Ressort Paindoan Distrik XI Toba Hasundutan. HKBP Paindoan terletak di daerah Hutagaol yang ditempuh dari kota balige sekitar 15 menit menggunakan mobil. Pukul 06.30 wib, rombongan ibu kadep berangkat ke HKBP Paindoan, dengan jadwal ibadah pada pukul 08.00 wib dan pukul 10.00 wib. Sedangkan ibadah sekolah minggu dilangsungkan di gedung sekolah minggu yang masuk pada pukul 08.00 wib. Lokasi HKBP Paindoan cukup luas dengan bangunan gereja yang besar, gedung sekolah minggu yang besar, kantor gereja, rumah pelayan penuh waktu sebanyak tiga unit dan lahan parkir yang sangat luas serta pemandangan dari HKBP Paindoan langsung pada arah danau toba. Saat ini jemaat HKBP Paindoan lebih kurang mencapai 900an kepala keluarga yang dilayani oleh Pendeta Ressort, Guru Huria, BIbelvrouw dan seorang calon Bibelvrouw. HKBP Ressort Pandoan ini memilik jemaat cabang, diantaranya HKBP Peatalun, HKBP Sampuran dan HKBP Matio.

Dalam pelayanan di ibadah pagi pukul 08.00 wib hanya ada satu persekutan yang mempersembahkan lagu pujian yaitu dari persekutuan remaja. Sedangkan di ibadah minggu pada pukul 10.00 wib, ada beberapa yang mempersembahkan lagu pujian kepada Tuhan, diantaranya kaum bapak, ibu, dan generasi muda. Ibadah dilayani oleh Pdt. Patar Siagian (melayani liturgi), Pdt. Dr. Anna Ch. Vera Pangaribuan (menyampaikan firman Allah). Ibadah pada pukul 08.00 dan 10.00 wib di layani oleh Pdt. Naomi Pasaribu. Kehadiran ibadah minggu setiap minggunya cukup memuaskan sebab memenuhi bangku gereja, secara khusus ibadah pada pukul 10.00. Jemaat HKBP Paindoan lebih dominan bekerja sebagai petani, pedagang dan bekerja di kantor atau sebagai pegawai negeri.

Dalam pembukaan khotbah, ibu kadep seperti biasa menjelaskan pelayana Marturia secara umum dilihat dari tingkat hatopan, distrik, resort, jemaat sampai kepada pos pelayanan. Secara singkat bahwa pelayanan Marturia adalah kesaksian hidup kita akan kepercayaannya kepada Yesus Kristus. Kesaksian itulah menjadi gaya hidup kita sebagai orang percaya. Disamping itu, pelayanan Marturia dibagi di dalam dua biro, yaitu biro ibadah musik dan zending HKBP. Zending HKBP saat ini telah memandirikan 4 pos pelayanan Zending, yaitu Pos yang di Pasir Pangaraian, Pos di Air Molek, Pos yang di pulau Rupat dan Pos yang di pulau Enggano dan masih ada pos yang kita layani langsung dari zending yaitu pos di bengkalis, pos di pemayongan jambi dan pos yang ada diluar negeri tepatnya di sungai petani. Sedangkan di bidang ibadah musik, departemen Marturia sudah melakukan pelatihan ditingkat distrik dan resort, disamping itu juga departemen Marturia telah menyerahkan bantuan alat musik seperti keyboard kepada jemaat yang tidak mampu membeli keyboard sampai saat ini. Itulah secara singkat pelayanan yang sudah kita lakukan, besar harapan kita bersama untuk selalu dimampukan bersaksi akan kebaikan kristus di dalam kehidupan kita setiap hari.

Penjelasan ibu kadep akan khotbah yang tertulis dalam Yeremia 33:10-13,melalui ajakan untuk merefleksikan kehidupan kita saat ini akan kebaikan Tuhan Yesus di dalam kehidupan kita. Beberapa pertanyaan dari ibu kadep mengantarkan pengalaman hidup kita tentang bersyukur, apakah kita sudah mensyukuri kebaikan Tuhan Yesus sampai saat ini? Kemudian, bagaimanakah kita mensyukuri kebaikan Tuhan itu di dalam kehidupan kita setiap harinya? Patut direnungkan: jangalah hidup kita menjadi budak materi, melainkan kita harus mampu bersyukur, sebab itulah kebutuhan kita sebagai manusia. Marilah kita berusaha memberikan yang terbaik bagi diri kita sendiri, lingkungan kita, sehigga kita senantiasa bisa menikmati hidup dengan sukacita, syukur dan bahagia. Kenyataan di dalam kehidupan ini, kekayaan di dalam hidup ini, dan kekuasaan di dalam hidup ini tidak akan mampu menjamin rasa bahagia.

Setelah ibu kadep melayani ibadah, pendeta, pelayan penuh waktu dan parhalado menjamu rombongan ibu kadep dijamu dengan makan siang di kantor gereja. Suasana sukacita bertambah dalam acara ramah tama, sebab parhalado berdiskusi ringan dengan ibu kadep. Setelah acara ramah tama, rombongan ibu kadep melanjutkan perjalanan menuju pematang siantar. Kiranya melalui pelayanan ibu kadep pada minggu ini membawa semangat baru untuk memuji dan melayani Tuhan melalui gerejaNya. // JLS

comments

Leave a Reply

Pustaka Digital