"Diri nama di jolongku tumpal hatigoran silehonon ni Tuhan paruhum na tigor i di ari sogot i tu ahu; alai ndada hoalan tu ahu, tu saluhut na do tahe angka namanghaholongi hapataronNa i.

Sekarang telah tersedia bagiku mahkota kebenaran yang akan dikaruniakan kepadaku oleh Tuhan, Hakim yang adil, pada hari-Nya; tetapi bukan hanya padaku, melainkan juga kepada semua orang yang merindukan kedatangan-Nya."

2 Timoteus 4: 8

Kepala Departemen Koinonia bersama 76 Kepala Keluarga HKBP Batunadua Resort Gultom Rayakan Pesta Resort


Sukacita bagi seluruh Jemaat dan parhalado sangatlah terlihat pada ibadah minggu III Dung Trinitatis (7/7), sebab pada waktu bersamaan mereka merayakan 4 acara besar dan dapat dipimpin secara langsung oleh Bapak Kepala Departemen Koinonia HKBP. Acara yang diselenggarakan dalam minggu itu, yaitu : Ulangtahun HKBP Batunadua ke 130 tahun, Parheheon Ina, Acara Tahun Parasinirohaon, dan Pesta Gotilon

HKBP Resort Gultom merupakan Resort yang hanya memiliki satu huria, terdiri atas 76 KK dan dilayani oleh 8 orang penatua yang dipimpin oleh Pendeta Resort Pdt. Andiko Limbong. semangat "marhuria" dan memajukan pelayanan sangatlah luarbiasa, semangat dari setiap Kategori untuk membangun pelayanan, bahkan anak sekolah minggupun turut andil menyampaikan apa yang ia bisa berikan buat gerejanya.

Peribadahan Pesta ini dilayani oleh Bapak Pdt. Andiko Limbong (Pendeta Resort Gultom) sebagai Liturgis, Pdt. Lelim Limbong (Ka.Biro Oikumene) membawa doa syafaat dan Pdt. Dr. Martongo Sitinjak (Kepala Departemen Koinonia HKBP) memberitakan Firman.


Dalam Khotbah yang berlandaskan dari Kis. 17 : 22-30, Pdt. Martongo Sitinjak menyampaikan Firman Tuhan sesuai topik minggu Taat kepada Allah : Pencipta, Pemilik dan Penguasa Sesuatu. Sesunggunya, Allah yang menciptakan kita dan memberikan kita hidup dan segala sesuatu adalah Allah yang kita sembah dan kepadanya saja kita taat. Dialah Allah yang menyelamatkan kita oleh Yesus Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati, terang Pengkhotbah.

Pdt. Dr. Martongo Sitinjak menyampaikan  bahwa di dalam Allah kita hidup, kita bergerak, kita ada (dibagasan Ibana hita mangolu, manggulmit, dohot marhosa) di dalam khotbahnya. Totalitas hidup kita terikat dengan Allah sendiri. Kita tidak boleh berfikir bahwa keadaan Ilahi sama seperti emas atau perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia. Kita tetap berada sebagai ciptaan Allah yang taat kepadaNya, sebagai pencipta, pemilik dan penguasa segala sesuatu.

Puncak keindahan kehidupan kita adalah saat kita hidup, bergerak dan ada di dalam Dia. Rap ma ama dohot ina nang ianakhon manggulmit dibagasan Tuhan i, torus ma marsaor dohot Tuhan, tutup pengkhotbah.

Rangkaian perayaan Pesta di Huria Batunadua berjalan sangat baik. seusai ibadah minggu, seluruh parhalado dan utusan ruas juga Sekolah Minggu dan Pemuda bersama Pendeta Resort dan Kadep Koinonia merayakan dan mensyukuri Ulangtahun ke 130 tahun HKBP Batunadua dengan bersama-sama meniup lilin kue ulangtahun.


Kemeriahan dan semangat membangun pelayanan Huria di HKBP Batunadua sangat terlihat dari seluruh jemaat, hal itu terlihat dari apa yang mereka sampaikan kepada Huria dari hasil panen yang mereka miliki. Dengan berbondong-bondong seluruh jemaat menghantarkan hasil panennya untuk disampaikan kepada huria.

Bukan hanya untuk membangun HKBP Batunadua saja, mereka juga menyampaikan "sanggolom boras" hasil dari panen mereka untuk saudara-saudara yang ada di Panti Karya Hepata.

Anak Sekolah Minggu dan Remaja-Naposobulung Huria ini juga turut ambil bagian dalam menyampaikan apa yang mereka bisa sampaikan kepada huria. Dengan panduan dari Guru Sekolah Minggu, Anak sekolah minggu menyampaikan apa yang telah ia persiapkan untuk disampaikan kepada parhalado dan panitia untuk dipergunakan dalam pelayanan Huria. Anak-anak juga punya semangat dan turut andil dalam HuriaNya, sebab mereka juga merupakan Ruas ni huriaNa.

Dengan pelayanan dan keadaan yang telah disaksikan serta bersama-sama dalam acara ini, Kepala Departemen Koinonia HKBP sangat mengapresiasi Huria ini. Metmet do huria on, alai las do roha mangida hinabalga parhuriaon ni huriaon, tutupBapakPdt. Dr. Martongo Sitinjak dalam kata bimbingannya. (RH)












comments

Leave a Reply