"Jadi ro ma hata ni si Samuel tu sandok Israel songon on: Molo tung mulak hamu tu Jahowa sian nasa rohamuna, sai paholang hamu ma angka debata sileban sian tongatongamuna, ro di angka sombaon Astarot, jala marsihohot rohamuna tu Jahowa, jala sasada Ibana oloi hamu, asa dipalua hamu sian tangan ni halak Palistim.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.""

1 Samuel 7 : 3

Kepala Departemen Marturia Pdt. Daniel Harahap Berpesan dari Kantor Pusat Untuk Menularkan Gairah

Seperti biasa, setelah ibadah selesai, kordinator ibadah menyampaikan terima kasih kepada petugas ibadah dan staf/pegawai yang hadir, mempersilahkan kepada peserta ibadah untuk menyampaikan pengumuman sebelum kepada pimpinan untuk menyampaikan kata arahan dan bimbingan. 

Kadep Marturia Pdt. Daniel Taruli Harahap pada kata bimbingannya setelah ibadah pagi di ruang ibadah Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung, Rabu (6/7/2022), berpesan kepada Staf/Pegawai Kantor Pusat supaya menjadi yang pertama menularkan gairah seperti yang dijumpai di HKBP Limbong dengan penuh sukacita melakukan pekerjaan, menjaga kebersihan, menata ruangan yang asri dan ramah kepada tamu yang datang. 


Sebelumnya Kadep menceritakan tentang apa yang dijumpai saat kunjungan mendadaknya di HKBP Limbong Sagala Distrik VII Samosir baru-baru ini tampak cukup bergairah. Halaman dan gedung gerejanya bersih (hanya sayang kurang bunga dan pohon), parhaladonya tampak rileks dan riang, dan warga jemaatnya memenuhi gereja (walau sebagian memilih tetap menjemur padi dan jagung di hari Minggu). Itulah HKBP Limbong yang beranggotakan 270 KK dan kini dipimpin oleh Pdt. Josua Hutagalung dibantu Diak. Dwika br Situmorang.

Berbeda dengan  kondisi gereja HKBP di Tapanuli Raya saat ini cukup banyak yang telah kehilangan gairah dan sukacita. Hal ini dapat dilihat dari gereja yang sengaja atau tidak disengaja dibiarkan kotor, kusam dan tidak terawat, ibadah dan persekutuan terasa lesu atau sekedar menjalankan kewajiban,  wajah wajah warga dan pelayan yang murung dingin tidak bersemangat.

Di akun Facebooknya Daniel Taruli Harahap yang di posting Minggu, 2 Juli pukul 17.04 Pdt. Daniel menyampaikan dalam acara ramah tamah dengan parhalado HKBP Limbong, bahwa gairah dan sukacita serta sikap rileks ini adalah modal berharga pelayanan yang harus dipertahankan.

Lebih lanjut Kadep Marturia menyampaikan, supaya menjadikan ibadah dan kehidupan bergereja sebagai kesaksian utama. “Alih-alih capek2 membujuk orang-orang agar mau bergereja mending kita membuat ibadah dan gereja kita sedemikian baik dan menariknya sehingga orang mau datang sendiri beribadah dan mendengar Firman Kehidupan” sebut Kadep Marturia. (P. Sam – B’TIK).

Pustaka Digital