"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

KONAS HKBP : Peran Masyarakat dan Gereja Menghadapi Bencana


Tarutung, (17/5/2021) HKBP laksanakan Konsultasi Nasional (Konas) Tanggap Bencana tgl. 17 - 18 Mei 2021. Kegiatan yang dilaksanakan secara semi virtual dari pusatkan  dari Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Pearaja Tarutung, Kab. Tapanuli Utara. 

Ibadah pembuka Konas dibawakan oleh Pdt. Saut Nababan sebagai Liturgis. Pengkotbah, Kepala Biro Ibadah dan Musik, Pdt. Eden Ramses Siahaan, S.Th, MM dan Doa syafaat, Pdt. Binsar Nababan. Dan dilanjut dengan upacara Nasional serta kegiatan inti Konas. 


Kata Sambutan dari Ketua Panitia, Pdt. Osten Matondang melaporkan kepersertaan Konas diikuti oleh undangan dan panitia secara fisik hadir di Gedung Raja Pontas Lumbantobing 30 orang dan lewat virtual 76 akun yang mana diantaranya ada 1 akun virtual yang diikuti beberapa orang seperti HKBP Distrik XIX Bekasi. Unsur kepesertaannya 32 HKBP Distrik yang dihadiri oleh Bapak dan Ibu Praeses, Kepala Bidang Diakonia, Pengurus Tanggap Bencana (Tabe) HKBP, Ketua Konfrensi HKBP dan Anggota Konfrensi Perempuan, PND dan Tim Tabe Distrik, HKBP AIDS Ministry. 


Kata sambutan dari Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST menyampaikan melalui Konas mengingatkan agar segenap  manusia mengasihi ciptaan Tuhan dengan menjaganya sebagaimana Mazmur 24:1 dan Markus 16:15. Dan berharap gereja HKBP sungguh - sungguh melanjutkan pelayanan tanggap bencana HKBP untuk menunjukkan solidaritas kepada saudara dengan menolong saudara kita korban bencana alam  yang dilakukan secara terorganisasi.

Keynote speech dari Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar mangajak semua peserta KoNas untuk memahami UU no. 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana. Ini penting dipahami sejak dini sebagai pijakan pemahaman, hak dan tanggung jawab sebagai warga negara. Ephorus juga mengajak agar HKBP sadar bahwa Indonesia rawan bencana alam. Sehingga pemberdayaan dan Pendidikan, pelatihan harus dikerjakan segera. Tidak hanya itu, Ephorus juga mengharapkan KoNas ini berhasil merekomendasikan Langkah praktis yang terjadwal baik tentang apa saja yang harus dikerjakan oleh setiap distrik di seluruh penjuru negeri. Sehingga HKBP akan siap, baik secara sumber daya manusia maupun sumber dana untuk mengantisipasi serta menghadapi dampak bencana. Tentu dengan bekerjasama dengan semua pihak terkait.

Enam Pembicara lewat Konas semakin memperkaya peserta lewat bahan materi yang mengupas usaha yang dapat dilakukan oleh jemaat HKBP bersama masyarakat dan Pemerintah. Hari pertama Konas  disampaikan oleh empat narasumber.


1. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB) Indonesia, Letjend TNI DR (HC) Doni Monardo menyampaikan pentingnya menanam pohon dengan hati.


2. Pdt.  Dr.  Enig Sonata Aritonang, menyampaikan Pembangunan Lembaga Tanggap Bencana.

3. Ketua Jaringan Komunitas Kristen (Jakomrkis) Penaggulangan Bencana Indonesia (PBI), Arshinta menyampaikan materi Jakomrkis PBI Mendorong Gereja HKBP Aktif Mengelolah Resiko Bencana.


4. Kepala Bidang Diakonia GBKP yang diwakilkan oleh Pdt.  Rosmalia Barus menyampaikan pengalaman Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) dalam Penanganan Bencana Gunung Sinabung. Pdt. Rosmalia Barus menyampaikan bahwa  Filosopi pelayanan GBKP menangani korban bencana alam mengungkapkan :  "Jangan ada yang  sampai sakit, lapar dan kedinginan. 24 jam memperhatikan korban bencana alam Gunung Sinabung. Tidak terlalu formalitas. Jangan berpikir normal ketika situasi tidak normal". 

Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Purada Sinaga, M.Th lewat diskusi dengan pembicara menyampaikan, lewat pengalaman selama ini dalam merespon bencana alam yang terjadi pentingnya data cepat dan kebutuhan yang dibutuhkan saat bencana terjadi. Dan salah satu menjadi perhatian kita saat ini bencana yang baru terjadi di Parapat, HKBP Pardomuan membutuhkan bantuan untuk relokasi gereja. Maka peran HKBP dapat kiranya saling membantu sekalipun ada mitra yang akan memberikan bantuan. (SKD-DAT)


Pustaka Digital