"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Launching Kantin Pemuda Berkarya Diakonia

Pematangsiantar, 30/8/2021

Kantin Pemuda Berkarya HKBP yang diberi nama "Tuonan" telah diresmikan oleh Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora Purada Sinaga, M.Th di Jl. Ahmad Yani No. 63 Pematangsiantar. 


Acara launching dilaksanakan secara semi virtual yang dihadiri oleh pemuda, staff dan pegawai Departemen Diakonia HKBP dan undangan dari Pimpinan Percetakan HKBP, Pendeta Resort HKBP Petra, Praeses Distrik V Sumatera Timur, Tetty Aritonang LWF (The Lutheran World Federation) dan Terry Lym Smith UEM (United Evangelical Mission).


Mengawali acara dimulai dengan ibadah singkat yang dipimpin oleh Pdt. Hotnida Siagian kemudian dilanjut dengan kata sambutan dari pemuda, pembukaan tirai logo tuonan dan pemasangan apron, celemek barista dan pramusaji. 


Kantin Tuonan merupakan gagasan pemuda sebagai wadah pemuda untuk berkarya dengan memanfaatkan kemampuan yang dimiliki pemuda yang beraneka ragam dan ide tersebut disambut baik dan didukung oleh Kepala Departemen Diakonia. 


Wujud keseriusan itu, Departemen Diakonia memberikan tempat kantin yang berada di samping kantor kepala Departemen Diakonia, Pematangsiantar dan sejumlah dana awal. 


Kata-kata sambutan yang disampaikan oleh pimpinan Percetakan HKBP, Praeses Distrik V Sumatera Timur, UEM dan LWF mengungkapkan usaha pemuda untuk berkarya sangat mengapresiasi bagi pemuda atau jemaat lain untuk bangkit berkarya. Terlebih di tengah dampak Pandemik Covid-19, angka pengangguran pemuda meningkat. Berharap gerakan pemuda menjadi agen transformasi perubahan Diakonia yang berdampak dan mandiri. (SKD-DAT)

Pustaka Digital