"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Majelis Dibekali untuk Melayani

Parapat, 22 Oktober 2021

Pelayanan di tengah gereja tidak dapat dilakukan secara one man show. Berangkat dari itu diperlukan kerjasama dari beragam tenaga pelayanan yang ada di tengah gereja seperti tenaga pelayan penuh waktu beserta majelis jemaat. Dan untuk dapat mengerjakan tugas pelayanan maka tenaga pelayan itu perlu dipersiapkan melalui pembekalan yang mumpuni. 

Berangkat dari itu LSCI (Lutheran Study Center Indonesia) memberikan pembekalan kepada beragam gereja Lutheran. Terlebih di tengah masa pandemik yang belum kunjung usai yang membuat warna pelayanan lebih sulit.

LSCI yang dikoordinir oleh Pdt. Dedi Bakkit Pardosi, pun mendatangkan beberapa narasumber yang mumpuni di antaranya Pdt. Dr. Rospita Siahaan dan  Kepala Departemen Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Sinaga, MTh sebagai keynote speaker. Dalam pemaparannya Ibu Kadep Diakonia, Pdt. Debora Sinaga, menjelaskan beragam warna diakonia yang pernah dan masih dilakukan oleh gereja yaitu  diakonia karikatif, diakonia reformatif dan diakonia transformatif.

 

Pemaparan presentasi yang disajikan oleh Kadep Diakonia dirasa sangat menarik oleh para peserta hingga peserta yang datang dalam pembekalan itu mengajukan permohonan untuk bekerjasama.



Departemen Diakonia HKBP. Kadep Diakonia HKBP, Ibu Pdt. Debora Sinaga, menyambut baik permohonan ini karena beliau berkeyakinan kerjasama antar beragam gereja Lutheran tidak hanya menguatkan ikatan yang dogmatis yang ada di antara mereka namun juga gereja dapat memberikan dampak positif dalam kehidupan di tengah masyarakat, bangsa dan negara.

Pustaka Digital