"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Mari Kita Mulai dari Rumah


Pematang Bandar (27/6/2021)- Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan dalam khotbahnya mengajak warga jemaat HKBP Pematang Bandar untuk mengasihi sesama manusia mulai dari diri sendiri dan dari rumah. "Handphone yang jatuh karena anak-anak bisa membuat orang tua marah sampai darah tinggi, mari kita uji diri kita masing-masing, seberapa mengasihi kita terhadap orang lain, dimulai dari rumah," ajak Pdt. Tinambunan. 


Teks Alkitab yang menjadi khotbah tertulis dalam 2 Samuel 1:17-27 yang berisi ratapan Daut atas Saul dan Yonatan. Dalam khotbahnya Pdt. Tinambunan menyebutkan tiga jenis reaksi orang menanggapi kematian orang yang membencinya: 

1. Senang bersukacita

2. Biasa saja

3. Bersedih 

"Daud bereaksi seperti jenis ketiga karena dia dekat dengan Tuhan, mengasihi Tuhan, dan taat kepada perintah Tuhan. Daud mengakui bahwa Saul diurapi Allah. Daud mengakui kebaikan yang telah dilakukan Saul dan Jonathan (ay. 24)," terang Pdt. Tinambunan 


Menurut Pdt. Tinambunan, Daud seperti itu bukan semata-mata karena mengasihi Saul dan Jonathan, namun yang terutama didorong oleh kasih kepada dan takut akan Tuhan. "Orang yang mengasihi Tuhan akan selalu mendoakan orang lain, hatinya akan selalu mengutamakan kehidupan (roha pangoluhon)," khotbah Pdt. Tinambunan. 


Bagaimana supaya hubungan kita dengan Tuhan terpelihara dengan baik? Pdt. Tinambunan mengajak warga jemaat untuk menghidupkan kembali hidup doa pribadi dan keluarga yang dihidupi oleh Daud, orang Kristen mula-mula, dan orang Kristen Batak mula-mula. Supaya setiap hari kita merindukan hubungan yang konsisten dengan Tuhan. 


Korespondensi: Kantor Sekjend HKBP

Pustaka Digital