"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Menuju Sangihe, Sekjend HKBP Bertemu dengan Tokoh Agama dan Adat di Manado

MANADO, hkbp.or.id - Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI) menyelenggarakan Sidang MPL di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. Sidang yang mengusung pikiran pokok "SPRITUALITAS KEUGAHARIAN: Membangun Keadaban Publik Demi Pemeliharaan Bumi Sebagai Sakramentum Allah" ini berlangsung selama 4 hari (28-31 Jan) dan diselenggarakan secara hybrid dengan pusat penyelenggaraan di Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara.

Sebagai utusan dari Sinode HKBP, Sekretaris Jenderal, Pdt. Victor Tinambunan hadir langsung di Tahuna.


Disela-sela perjalanan dari Medan menuju Tahuna, Pdt. Tinambunan menyempatkan diri untuk bertemu dengan beberapa tokoh agama dan organisasi keagamaan (MUI), yakni Dr. Arianto Kadir dan tokoh adat Sulawesi Utara di Manado.


Dalam dialog ringan dan hangat, HKBP melalui Pdt. Tinambunan dan Tokoh Agama serta Adat Sulawesi Utara bersehati untuk menjaga perdamaian Indonesia dengan meningkatkan toleransi di tengah masyarakat.

(SKS-NS)



Pustaka Digital