"Asa tung ditanda hamu, Ahu do Jahowa, ia dung Hubahen tu hamu hombar tu goarHu, ndada hombar tu dalanmuna angka na jahat i, jala ndada hombar tu pambahenanmuna angka na busuk i, hamu ale pinompar ni Israel, ninna Tuhan Jahowa.

Dan kamu akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada masa Aku, oleh karena nama-Ku, tidak memperlakukan kamu selaras dengan tingkah lakumu yang jahat dan yang busuk, hai kaum Israel, demikianlah firman Tuhan ALLAH."

Hesekiel 20: 44

Ompu i Ephorus HKBP Jamu Makan Malam 130 Orang Pekerja Bangunan Sopo Nommensen

Pearaja, Tarutung, 31 Januari 2019, Ompu i Ephorus HKBP Pdt. Dr. Darwin Lumbantobing bersama Ompu Boru menjamu makan malam bersama seluruh tukang gedung Sopo Nommensen bertempat di rumah dinas Ompu i.

Sekitar 130 orang tukang hadir bersukacita dalam acara makan siang bersama ini bertajuk bersyukur kepada Tuhan atas berkatNya mamasuki tahun 2019 ini. Ompu i Ephorus yang didampingi beberapa kepala biro diantaranya Kepala Biro Jemaat Pdt. Ebsan Hutabarat, Kepala Biro Pembinaan Pdt. Darwin Sihombing, Kepala Staff kantor Pdt. Robert Soni Hutapea, Kepala Biro Ama Lansia Pdt. Jahor Purba, dan Kaur Taman dan Kebersihan Pdt. Lintong Samosir, CPdt. Ben Petrus Sianturi, Pendeta HKBP Ressort Pearaja Pdt. Saor Hutagaol, serta beberapa pegawai lainnya. Berdoa bersama yang dipimpin Pdt. Saor Hutagaol, mengawali acara kebersamaan ini. Acara yang dimulai sejak Pkl. 17.30 wib tersebut berlangsung sukacita dan berakhir sekitar Pkl. 18.45 Wib.

Para tukang bekerja bersama dan bersungguh – sungguh untuk menyelesaikan proses pembangunan gedung Sopo Nommensen yang dikoordinir oleh paniitia yang diketuai oleh Prof. Dr. Poltak Maruli John Liberty Hutagaol,Mac., Mec (Hons)., AK.,CA., beserta team. PT Wijaya Karya Pracetak Gedung sebagai pemenang tender juga bekerja sama dan berkoordinasi dengan panitia dalam mensukseskan program pembangunanan ini.

Pembangunan gedung Sopo Nommensen yang berawal dari ide pemikiran Ompu i Ephorus bersama Ompu Boru ini dalam rangka merealisasikan pearaja sebagai kampung wisata rohani yang memuat nilai – nilai sejarah di tanah batak, yang juga satu – satunya pusat gereja yang berlokasi di Tapanuli Utara yang berslogankan kota wisata rohani, tentu tak lepas juga dari peran HKBP sejak awal hingga saat ini. Selain itu, sekaligus juga HKBP berbenah dan melengkapi fasilitas untuk pengembangan pelayanan baik pertemuan, rapat, kegiatan yang mencakup regional, wilayah, nasional maupun internasional yang bersifat intern maupun oikoumene, mengingat HKBP juga sebagai gereja terbesar di Asia Tenggara sekaligus organisasi keagamanaan terbesar ketiga di Indonesia ini memiliki peranan strategis dalam mengembangkan sumber daya yang berdaya saing dan beriman tentunya.

Untuk mencapai ini, tentu dibutuhkan pembangunan fasilitas yang memadai untuk mengembangkan pelayanan sebagaimana juga diungkapkan Ompu i Ephorus dalam acara – acara formal dan non formal. Ide tersebutlah yang diterima dan dikembangkan Panitia dengan merealisasikan pembangunan hingga saat ini dan seiring dengan momentum peringatan 100 tahun HKBP pasca Dr. I.L.Nommensen, maka untuk mengabadikan tokoh Nommensen tanpa mengurangi peranan para misionaris lainnya, gedung ini diberi nama Sopo Nommensen. Pimpinan HKBP juga mengapresiasi kesungguhan panitia dalam mengemban tugas ini yang tetap berkoordinasi dengan baik serta menjalin komunikasi dengan berbagai pihak.

Pembangunan Sopo Nommensen ini direncanakan akan selesai dalam tahun 2019 ini, yang hingga saat ini pembangunan berjalan lancar seiring juga dengan proses pengadaan dana termasuk partisipasi dari seluruh distrik dan para donatur yang diupayakan Pimpinan HKBP beserta panitia. Lancarnya proses pembangunan ini, merupakan berkat Tuhan yang patut disyukuri dimana juga panitia bersungguh – sungguh melaksanakan tugasnya, demikian para tukang kiranya dilindungi Tuhan dalam mengerjakan tugasnya menyelesaikan bangunan ini, tutur Ompu i. // APS

comments

Leave a Reply

Pustaka Digital