"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Paskah Ingatkan Kita untuk Terus Memegang Firman Tuhan & Memberitakannya, Khotbah Sekjend HKBP

SIPOHOLON, hkbp.or.id - Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan menyampaikan khotbah pada ibadah Pesta Paskah di HKBP Lumbansoit Resort Sipoholon (17/4/2022). Khotbah berdasar kepada teks Lukas 24:1-12 tentang Kebangkitan Yesus Kristus yang disaksikan para perempuan.


Pada awal kekristenan, Pesta Paskah merupakan perayaan jemaat yang paling besar dan paling penuh persiapan. Hal tersebut masuk akal bagi orang Kristen karena tidak ada gunanya Natal atau Jumat Agung apabila tidak ada kebangkitan dari kematian.

Belakangan ini kita melihat Pesta Paskah tidak semeriah Pesta Natal bahkan sepertinya Pesta Paskah dirayakan secara "biasa-biasa" saja. Dalam khotbahnya, Pdt. Tinambunan menekankan, "Meskipun kelihatannya seperti biasa-biasa, jangan sampai kita kehilangan pesan Paskah, yaitu hendaknya kita selalu memegang Firman Tuhan dan hendaknya kita selalu memberitakan Firman Tuhan sebagai buah dari Iman."


Ketika perempuan ingin melihat mayat Tuhan Yesus, malaikat menyatakan bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit sesuai Firman-Nya kepada murid-murid di Galilea (ay. 6-7), namun perempuan dan murid-murid seakan melupakan apa yang Tuhan katakan. "Perempuan yang datang ke kuburan, sudah memiliki pikirannya sendiri, mereka tidak mengingat perkataan Tuhan Yesus kepada mereka," terang Pdt. Tinambunan.

Belakangan ini begitu banyak tantangan dalam kehidupan yang dapat membuat pikiran kita menjadi kacau. Janji Tuhan Yesus sebelum mati menjadi pegangan kita dalam menapaki kehidupan. Tuhan tidak pernah meninggalkan kita, bahkan kematian dikalahkan-Nya.

Perjumpaan dengan kebangkitan Tuhan Yesus dan memegang Firman Tuhan mendorong orang percaya untuk memberitakan Firman. Perempuan yang melihat kebangkitan itu menjadi Pemberita Injil yang berlari memberitakan Injil (ay. 8-9) kepada sebelas murid yang lain dan seterusnya sampai kepada kita saat ini.


"Menjadi Pemberita Injil tidak harus meninggalkan pekerjaan dan aktifitas sehati-hari, namun kita terpanggil menjadi Pemberita Injil dalam kehidupan kita sehari-hari," terang Pdt. Tinambunan.  

Dalam ibadah, dilaksanakan Pembaptisan kepada seorang anak dan Naik Sidi kepada 29 orang yang dilayani oleh Pdt. Daniel Simanungkali selaku Pendeta Resort dan Pdt. Lybina Butarbutar selaku Pendeta Fungsional di HKBP Lumbansoit (SKS-NS).



Pustaka Digital