Pdt. Dr. Deonal Sinaga Sharing Pengalaman Pelayanan Diakonia v. Bodelschwinghsche Stiftungen Bethel-Jerman


Dalam Konsultasi Nasional Pelayanan HKBP kepada Difabel Menuju 100 Tahun PK. Hephata, Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga memaparkan pengalaman tentang pelayanan diakonia di institusi diakonia terbesar di Jerman, yakni von Bodelschwinghsche Stiftungen Bethel. Pdt. Deonal sendiri tidak pernah bekerja atau melayani di institusi diakonia, sebab beliau bekerja dan melayani selama enam tahun di United Evangelical Mission(UEM), persekutuan gereja-gereja di tiga benua (Asia, Afrika, dan Eropa), yang mana salah satu anggotanya adalah von Bodelschwinghsche Stiftungen Bethel. Pdt. Deonal melayani di Center For Mission and Diakonia (CMD), yang berkantor di tengah institusi Bethel ini. 

 

Karena berkantor di kompleks yang sama dan dengan kedekatan fisik, terjalin kerja sama yang sangat dekat dan baik antara CMD-UEM dan Institusi Diakonia Bethel. Berbagai program yang dilakukan di CMD berkaitan erat dengan program dan pelayanan yang dilakukan oleh Institusi Diakonia Bethel, khususnya dalam bidang pemberdayaan, pelatihan, dan pengembangan kepemimpinan di bidang diakonia. Apabila para pemimpin institusi diakonia dari gereja-gereja di Asia, Afrika, atau dari Jerman datang ke kota Bielefeld untuk melakukan penelitian tentang pelayanan diakonia, CMD dan Institusi Diakonia Bethel sering bekerja sama untuk memfasilitasi mereka. 

 

Dari konteks tersebutlah Pdt. Deonal Sinaga memberi ceramah berupa pengalaman mengamati kegiatan diakonia di Jerman. Menurut penuturannya, Bethel menjadi tempat eksposur dan contoh nyata bagi para mahasiswa dan pimpinan gereja yang datang berkunjung ke Bethel. Di sana, setiap orang yang aktif dalam pelayanan diakonia menemukan contoh terbaik dan implikasi nyata pengajaran Tuhan Yesus, “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku“ (Mat. 25: 40). Dalam pemaparan pengalaman tersebut, Pdt. Deonal Sinaga dibantu oleh Pdt. Saut Horas Nababan untuk menerjemahkan ceramah tersebut ke dalam bahasa isyarat. (DK-NXC)