"Ia parholong ni roha, ndang diulahon na jahat tu angka dongan;

Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia"

Rom 13:10a

Pdt. Dr. Martongo Sitinjak Merayakan Hari Pentakosta bersama Jemaat dan Parhalado HKBP Resort Parsaoran Sipultak


Pada Minggu Pentakosta (Parningotan hasasaor ni tondi Parbadia) HKBP Parsaoran Sipultak di kunjungi Pimpinan HKBP, Kepala Departemen Koinonia (9/6). Kunjungan Pastoral Bapak Pdt. Dr. Martongo Sitinjak bertujuan untuk bersama-sama meneguhkan iman kepada Tuhan dan bersama merayakan Hari Pentakosta juga memberitakan bahwa Roh Kudus yang Menghidupkan (Tondi Parbadia na Pangoluhon), yang merupakan topik minggu Pentakosta I di HKBP dan menjadi Minggu Pesta Zending Pekabaran Injil HKBP.

HKBP Resort Parsaoran Sipultak merupakan wilayah pelayanan HKBP Distrik XVI Humbang Habinsaran yang merupakan Resort khusus (tidak memiliki huria pagaran). Huria ini berada di Sipultak, Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara. Huria ini beranggotakan 105 KK Jemaat, Pelayanan Huria dilayani oleh Pdt. Benson Banjarnahor, S.Th (Pendeta Resort) dan 11 orang  Sintua laki-laki juga 3 orang Sintua perempuan.

Peribadahan pada Minggu Pentakosta dan minggu Pesta Zending Pekabaran injil HKBP Parsaoran ini dilayani oleh Pdt. Beson Banjarnahor sebagai liturgis, St. B. Lumbangaol Membawakan doa syafaat serta Pdt. Dr. Martongo Sitinjak memberitakan Firman Tuhan.


Roma 8 : 9-11 menjadi landasan khotbah pada minggu ini di seluruh HKBP, melalui firman Tuhan ini Pdt. Martongo Sitinjak menekankan kepada “Parsaoran ni halak na porsea na di bagasan/digohi Tondi Parbadia”. Perjalanan hidup manusia haruslah  masuk (bongot) kedalamKerajaan Allah, segalanya itu dapat terjadi jika Roh Kudus hidup di dalam dirinya, terang Pengkhotbah.

Senyum dan tawa seseketika lepas dari jemaat ketika terbersit beberapa kalimat dari Pengkhotbah yang mungkin mengelitik perasaan jemaat dalam peribadahan. Rasa kagum juga hinggap pada para jemaat yang hadir dalam peribadahan itu, sebab meresa merasa takjub atas hadirnya pimpinan Gereja HKBP serta memimpin ibadah minggu di hari Pentakosta.

Sesuai dengan ketetapan Pusat yang menjadikan Minggu Pentakosta juga menjadi Minggu Pesta Zending Pekabaran Injil HKBP, maka huria ini juga melaksanakannya serta mengumpulkan persembahan dua ke depan  guna kebutuhan pekabaran Injil HKBP. Pelayanan yang totalitas dari seorang Pendeta sangat dirasakan oleh para pelayan yang lain, hal ini disampaikan oleh beberapa Sintua di bilut parhobasan dan ternyata alat musik yang digunakan dalam peribadahan minggu merupakan milik pendeta.


Sai digohi Tondi Parbadia ma, ndang digohi roha daging ganup angka na porsea, Ucap pengkhotbah. Bentuk nyata dari rasa percaya kepada Roh Kudus yaitu masuk kedalam “Parsaoran nabadia”, parsaoran na manjalo hasesaan ni dosa, tambahnya.

Kadep Koinonia juga mengingatkan kembali akan iman kepercayaan yang sesuai dengan ajaran kita yaitu harus sesuai Khatekhismus dan konfessi HKBP. Manusia yang hidup dalam Roh Kudus pasti kehidupannya akan baik, ia akan menganggap keluarga di tempat tinggalnya (sisada tondong dohot sisada ianakhon) yang hidup dalam parsaoran na badia, serta membaca Firman Tuhan dan menyanyikan nyanyain Buku Ende guna menanamkan firman Tuhan juga Tondi ni Debata dalam diri agar Firman yang bekerja dalam diri kita, terang Pdt. Martongo Sitinjak.


Manusia yang telah menerima Tondi Parbadia dalam hidupnya pastilah akan mensyukuri apa yang ada dalam hidupnya, saling menolong juga mewujudnyatakan apa yang dikehendaki Allah, serta marparsaoran na uli di parkaluargaon, adat tarlumobi di huria, tutup Pengkhotbah.

Setelah ibadah minggu, para Parhalado, Remaja dan Pemuda juga jemaat beramah-tamah dengan bapak Kepala Departemen Koinonia HKBP di rumah Pendeta HKBP Parsaoran Sipultak. (RH)






comments

Leave a Reply