"Martua ma sibahen dame, ai goaron do nasida anak ni Debata!

Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Mateus 5:9

Pelantikan Panitia Seminar Ama Regional III

Menggenapi perkataan Yesus agar dapat menghasilkan buah bagi orang banyak, HKBP melalui bidang Koinonia melakukan Pelantikan Panitia Seminar Ama HKBP Regional III (Jabodetabek). Pelantikan secara virtual diadakan pada hari Kamis (16/9/21), dengan HKBP Petojo sebagai tuan rumah.



Pembacaan Surat Keputusan didampingi oleh Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar. Ephorus menyampaikan agar panitia dapat mengingat tugas pelayanan dan tanggung jawabnya sebagai imam dan pemimpin, baik bagi sekitar dan bagi keluarga. Selanjutnya, Surat Keputusan kepanitiaan dibacakan oleh Kepala Biro Ama Lansia HKBP, Pdt. Herwin Simarmata. 



Susunan kepanitiaan seminar ama regional III adalah sebagai barikut:

Ketua Umum: Johannes Siagian, S. H., M. H.

Ketua I: Pdt. Herwin Simarmata, M. Th

Ketua II: Kol. Sahat Oloan Pardede, M. M.

Ketua III: Drs. Sehat Marbun, S.E.

Ketua IV: St. Tombak P. Simanjuntak

Sekretaris Umum: Ir. Bonar Silitonga

Bendahara I: St. Riri Simarmata

beserta jajaran lainnya.



Pembentukan panitia bertujuan untuk mempersiapkan Seminar Ama Lansia HKBP pada 8 Oktober 2021 mendatang. Pelantikan dilanjutkan dengan diskusi bersama sebagai bentuk kerja sama dan upaya memaksimalkan persiapan seminar ama.


Kadep Koinonia: mengharapkan agar kaum bapak dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagi seluruh HKBP. Kiranya kaum bapak dapat menggemakan eksistensi dalam memuliakan Allah melalui gereja HKBP. (Kaum bapak) menjadi motivator dan inspirator di lingkungan dan keluarga.


Sekretaris Umum, Bonar Silitonga : panitia sejauh ini tengah melakukan progress persiapan. Paling utama, koordinasi dana, perlengkapan, keamanan, koordinasi covid, konsumsi, dan penerima tamu, agar seminar berjalan dengan baik. Saat ini panitia juga meminta kepada kantor distrik regional III dan pimpinan HKBP agar memberi wejangan serta masukan kepada kepanitiaan.


Ketua-II, S.O.Pardede menjelaskan bahwa panitia memberikan perhatian khusus terhadap protokol kesehatan dan perizinan dari gugus covid agar acara seminar yang akan dapat berjalan lancar dan tidak melanggar aturan pemerintah. Selanjutnya, pengadaan dana akan dipertanggungjawabkan tentunya dengan alokasi dan transparasi yang jelas. Agar seminar tidak bias, panitia semaksimal mungkin akan menentukan pembicara yang mumpuni dengan keahlian yang sesuai dengan topik seminar.


Sintua lingkungan HKBP Petojo, sebagai koordinator tim gugus pada seminar ama menjelaskan bahwa sebagai kepanitiaan akan meminta surat perizinan dari kepolisian setempat untuk 200 partisipan yang akan datang pada hari H. Seminggu sebelum acara juga akan diajukan surat pemberitahuan pada kelurahan dan aparat keamanan setempat.


"Mari kita jadikan acara ini sebagai acara bersejarah. Kita memperlakukan partisipan dengan hormat, dan membuat strategi agar pada waktu tertentu, partisipan dapat diwawancarai tentang bagaimana membentuk kaum bapak yang berwibawa dan kontributif. Wawancara dilakukan secara singkat oleh tim kreatif. Ini adalah pesan penting dan rujukan bagi kita untuk pelayanan kaum bapak" jelas Kadep Koinonia.


Ketua-IV, Tombak Simanjuntak, menerima usulan Kepala Biro Ama Lansia untuk pengadaan photo booth dan green screen sesuai kebutuhan agar peserta tetap dapat menikmati acara dengan menjaga jarak.

Registrasi seminar ama dilakukan melalui Google Forms yang memuat nama, asal gereja, alamat, pekerjaan, dan pendidikan terakhir. Data tersebut akan digunakan untuk pengadaan sertifikat serta data base kegiatan.

Pustaka Digital