"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Pelatihan Pengkhotbah, Khotbah Membangkitkan Iman dan Semangat

HKBP, salah satu gereja mainstream yang pusat peribadahan pada pemberitaan Firman Tuhan. Itu sebabnya, setiap peribadahan yang dilakukan HKBP, di dalamnya ada khotbah atau renungan berdasarkan Firman Tuhan.

Dalam fakta, banyak anggota jemaat HKBP merasa tidak puas akan khotbah-khotbah yang disampaikan pelayan HKBP yang disimpan di jemaat. 

Ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar memahami kenyataan itu. Tahun 2021 lalu, beliau menggagasi dan mengadakan pertemuan dengan beberapa orang ahli di bidang khotbah untuk pelatihan tentang pengkhotbah.


Saat pembukaan Pelatihan Pengkhotbah yang diselenggarakan HKBP di Gedung Raja Pontas Lumbantobing, Pearaja Tarutung (26/4/2022), Ompu i Ephorus mengungkapkan pendapat Prof. Dr. Joas pada diskusi sebelumnya, "khotbah harus mampu membangkitkan iman. Sebenarnya, HKBP tidak perlu mengadakan kebaktian kebangunan iman ala gereja lain. Semua pelayanan gereja dapat membangunkan iman."

Sebagai key note speaker, Ompu i Ephorus menjelaskan kepada peserta tentang latar belakang pelatihan pengkhotbah yaitu kesehatian seluruh warga HKBP dan sehati melaksanakan program-program tahun kesehatian yang ditetapkan Rapat MPS.


Kesehatian warga harus nyata dalam melaksanakan tri tugas panggilan gereja (Koinonia, Marturia diakonia). Seluruh warga HKBP diharapkan menjadi jemaat yang mengandalkan Tuhan dan kekuatan iman. sehingga sikap-sikap yang tidak baik dapat diubah. Karena itu, HKBP selayaknya mampu membangkitkan semangat dan membangkitkan orang lain dalam menghadapi kesulitan. Ajaran kekristenan itu dapat memberi harapan," tegas Ephorus.




Pelatihan berlangsung selama lima hari (26-30/4/22) dengan narasumber yang mumpuni, antara lain Kepala Departemen Koinonia, Pdt.Deonal Sinaga, Kepala Departemen Marturia, Pdt. Daniel Taruli Asi Harahap, M.Th, Pdt. Bonar Lumbantobing, M.Th, Pdt. JAU Doloksaribu, M.Min, dan Amang Thomson Hutasoit  (B-TIK)



Pustaka Digital