"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Pemberdayaan Pasangan Pelayan Penuh Waktu Gelombang I

Biro Pembinaan Departemen Koinonia HKBP mengadakan Pemberdayaan Pasangan Pelayan Penuh Waktu Gelombang I pada hari Kamis, 24 Maret 2022 – Jumat, 25 Maret 2022 di Gedung Raja Pontas Lumbantobing. Peserta yang menghadiri kegiatan berjumlah 53 orang yang merupakan pasangan dari para pelayan penuh waktu di 10 distrik HKBP (Distrik I Tabagsel, Distrik II Silindung, Distrik III Humbang, Distrik IV Toba, Distrik V Sumatera Timur, Distrik VI Dairi, Distrik VII Samosir, Distrik IX Sibolga-Tapteng-Nias, Distrik XI Toba Hasundutan, dan distrik XVI Humbang Habinsaran). Kegiatan dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Azwar Anas Pasaribu, M.Th.


Kepala Departemen Koinonia HKBP, Dr. Deonal Sinaga memberikan kata sambutan dalam pembukaan kegiatan ini. “Pasangan pelayan memiliki peranan penting dalam mendukung pelayanan dari para Pelayan Penuh Waktu HKBP baik Pendeta, Guru Huria, Bibelvrouw, dan Diakones. Oleh karena itu, pemberdayaan ini semakin penting agar para pasangan semakin memahami peranannya dalam mendukung dan menyokong pelayanan para Pelayan Penuh Waktu.” tegas Kadep Koinonia HKBP.

            Para pembicara dalam kegiatan hari ini adalah ketiga istri Pimpinan HKBP, Ibu Sri M. Simatupang (istri Ompui Ephorus HKBP), Ibu Tima Warni Pangaribuan (istri Sekretaris Jendral HKBP), dan Ibu Omega Sitorus (istri Kepala Departemen Koinonia HKBP), serta inang Vera Paskahlena Hutauruk (Kopi Piltik Siborongborong).


           

“Setiap pasangan pelayan harus mampu untuk menjaga kebersihan daripada rumah dan juga lingkungan tempat pelayanannya. Tempat kita harus memberikan kesejukan bagi setiap orang yang datang mengunjungi rumah dan juga tempat pelayanan.” ucap Ibu Omega Sitorus. “Kita patut bersyukur bila Tuhan mau mengikutsertakan kita dalam pelayanan kudus yang dilakukan oleh pasangan kita yang merupakan pelayan. Kiranya rasa bersyukur itu memberikan semangat bagi kita dalam mendampingi pelayanan pasangan kita.” ucap Ibu Tima sebagai closing statement.


            Ibu Vera memberikan pemahaman lebih mendalam mengenai hospitality atau keramahtamahan yang sangat diperlukan oleh para pasangan pelayan dikarenakan mereka akan selalu berhadapan dengan orang banyak dan keramahan mereka sangat diperlukan. Pembawaan beliau dalam menjelaskan tema ini memberikan semangat peserta dalam meningkatkan hospitality mereka dalam kesehariannya. Pemberdayaan hari pertama ini ditutup dengan pemberian cinderamata kepada Ibu Vera dan dilanjutkan dengan ibadah sore yang dipimpin oleh Cal. Pdt. Lawrence Tova Nadapdap. 



Pustaka Digital