"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Pemberdayaan Pelayan dan Pegawai Kantor Pusat HKBP

Departemen Koinonia HKBP melalui Biro Pembinaan HKBP mengadakan Pemberdayaan Pelayan dan Pegawai Kantor Pusat HKBP (29/04/2022) di Ruang Ibadah-Kantor Pusat HKBP. Kegiatan ini diikuti oleh 49 peserta dengan pembicara Ir. Marihot Hutahayan, M.Psi. Pemberdayaan dibuka oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga.

Manang na aha pe posisita di Kantor Pusat on, pimpinan, kepala biro, staf, pegawai torus do tafokuskan meningkatkan kualitas pelayanan. Ingkon tanikmati do marhobas di posisi dia pe hita ditempatkan.” ujar Ka. Dep. Koinonia dalam kata sambutannya.


Pelayan dan pegawai di Kantor Pusat sudah seharusnya bersinergi dalam menyelesaikan setiap tugas dan tanggung jawab yang ada di kantornya masing-masing. Sehingga tidak perlu ada persaingan yang tidak sehat karena pelayanan yang diberikan seharusnya kepada Tuhan Yesus Kristus bukan kepada manusia.

Marihot membuka pembicaraan dengan mengatakan bahwa setiap orang seharusnya memiliki visi dalam menjalani hidupnya. Visi harus selalu didoakan dengan sungguh-sungguh serta dilaksanakan dengan keyakinan dengan teguh sehingga visi tersebut dapat terwujud.


Beliau melanjutkan pembicaraannya dengan mengutip Mochtar Lubis mengenai 7 Karakter Manusia Indonesia: munafik, enggan bertanggungjawab, berjiwa feodal, percaya takhyul, berwatak lemah, malas, dan suka KKN. Serta menjelaskan mengenai karakter manusia berdasarkan analogi ikan mulai dari lele (bulus - egois, serakah), patin (fulus - transaksional, materialis), bawal (mulus - ada maunya, pencitraan), tuna (lulus - professional, kompeten), salmon (tulus - kemitraan, berkorban).

Dengan memahami sudah sampai ditahap mana karakter masing-masing para pelayan dan pegawai serta berusaha meningkatkan karakternya sampai menjadi lulus (tuna) bahkan tulus (salmon) maka kualitas pelayanan di Kantor Pusat HKBP akan menjadi semakin baik kedepannya. (BP-LTN)  





Pustaka Digital