"Minggu XVI Dung Trinitatis
Topik: NDANG MARPANSOHOTAN ASI NI ROHA NI TUHAN I (TAK BERKESUDAHAN KASIH SETIA TUHAN)"

Ev: Andung 3:19-26/Ep: 2 Timoteus 1: 1 - 14

PEMBERDAYAAN PELAYAN DAN WARGA DAERAH KHUSUS NELAYAN DAN PENJEMAATAN HKBPMART DI DISTRIK IX SIBOLGA – TAPTENG – NIAS

HKBP melalui Biro Pembinaan melihat betapa pentingnya pelayanan terhadap jemaat yang tinggal, bekerja, dan beribadah di daerah khusus. Dikarenakan pelayanan terhadap jemaat-jemaat dapat berbeda satu dengan yang lain, sesuai dengan wilayah dan profesi yang sebagian besar dikerjakan oleh para jemaat tersebut. Kali ini, HKBP melalui Biro Pembinaan memberikan perhatian terhadap daerah khusus nelayan, yang bekerja sama dengan Distrik IX Sibolga – Tapteng – Nias juga dengan Pemerintah Kota Sibolga.


Kegiatan pemberdayaan pelayan dan warga daerah khusus nelayan ini dilaksanakan pada hari Jumat, 04 Maret 2022 bertempat di kantor Distrik IX Sibolga – Tapteng – Nias. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga secara virtual, Kepala Biro Pembinaan Pdt. Dr. Enig Aritonang dan staf, Praeses Distrik IX Sibolga – Tapteng – Nias Pdt. Donda Simanjuntak, Pdt. Nelson Siregar sebagai narasumber, perwakilan dari Pemerintah Kota Sibolga, beberapa Pendeta Ressort yang melayani di Distrik IX Sibolga – Tapteng – Nias, dan peserta sebanyak 44 orang yang berasal dari setiap ressort.


Kegiatan pemberdayaan dibuka dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Kastel Sianipar dan Pdt. Martin Manullang. Dilanjutkan dengan kata sambutan dari Praeses Distrik IX Sibolga – Tapteng – Nias Pdt. Donda Simanjuntak, laporan panitia dari Pdt. Dr. Enig Aritonang, dan sambutan dari Pdt. Dr. Deonal Sinaga melalui zoom. Kemudian panitia memberikan waktu kepada para nelayan yang ada di distrik tersebut untuk memberikan kesaksian, apa saja yang menjadi kendala yang dihadapi mereka selama bernelayan. Sesi yang pertama diberikan oleh perwakilan dari Pemerintah Kota Sibolga, dilanjutkan dengan sesi yang kedua dari Pdt. Nelson Siregar, lalu Pdt. Dr. Enig Aritonang juga memberikan sesi mengenai HKBPmart. Para peserta memberikan respon yang baik terutama mereka sangat antusias di dalam diskusi-diskusi yang dilakukan di dalam sesi-sesi tersebut. Kiranya pemberdayaan ini dapat menjadi jalan berkat bagi warga jemaat HKBP yang bekerja dan berprofesi sebagai nelayan. Serta dapat mengedukasi para pelayan yang melayani di distrik tersebut mengenai profesi nelayan dan para pelayan pun semakin memberikan perhatian kepada mereka. 



Pustaka Digital