"Jadi ro ma hata ni si Samuel tu sandok Israel songon on: Molo tung mulak hamu tu Jahowa sian nasa rohamuna, sai paholang hamu ma angka debata sileban sian tongatongamuna, ro di angka sombaon Astarot, jala marsihohot rohamuna tu Jahowa, jala sasada Ibana oloi hamu, asa dipalua hamu sian tangan ni halak Palistim.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.""

1 Samuel 7 : 3

Pemberdayaan Transformasi Konflik Tahap II

Departemen Koinonia melalui Biro Pembinaan mengadakan kegiatan Pemberdayaan Transformasi Konflik Tahap II yang dilaksanakan pada 04-08 Juli 2022 bertempat di Gedung Museum dan Arsip HKBP Prof. Dr. Lothar Schreiner, Seminari Sipoholon. Kegiatan ini diikuti oleh 23 peserta yang berasal dari berbagai wilayah distrik HKBP.


Ibadah pembukaan dari kegiatan ini dipimpin oleh Pdt. Susi Hutabarat dan kegiatan ini dibuka oleh Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga secara virtual. Dilanjutkan dengan laporan kegiatan oleh Kepala Biro Pembinaan Pdt. Dr. Enig Sonatha Aritonang dan kata sambutan dari Kepala Departemen Koinonia Pdt. Dr. Deonal Sinaga. Setelah itu, kegiatan pengenalan terhadap narasumber yaitu Pdt. Didik Christian Adi Cahyono dan Drs. Sabar Subekti dari Unit Kajian Mediasi dan Rekonsiliasi (UKMR) STFT Jakarta.



Pada hari pertama, dilakukan penyelarasan visi dan misi dari kegiatan Pemberdayaan Tranformasi Konflik ini sehingga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan tujuan dari kegiatan ini dapat tercapai. Kemudian kegiatan pada hari pertama ditutup dengan ibadah malam yang dipimpin oleh Pdt. Tumpal Silitonga. 


Di hari yang kedua, Selasa, 05 Juli 2022 kegiatan dibuka dengan ibadah pagi yang dipimpin oleh Pdt. Marudut Sihombing. Materi yang disampaikan oleh narasumber pada hari ini masuk lebih dalam terhadap asumsi dan fenomena konflik dan sumber-sumber konflik yang dapat terjadi di tengah-tengah masyarakat, terlebih lagi di tengah-tengah jemaat. Pada hari ini juga, para peserta diberikan materi mengenai pengenalan analisis kasus dan aneka pendekatan mengatasi konflik yang disampaikan oleh para narasumber melalui berbagai macam role play, sehingga para peserta dapat lebih mudah memahami yang disampaikan oleh para narasumber.



Selanjutnya, pada hari yang kedua ini juga para narasumber mulai masuk ke dalam kasus-kasus yang pernah dan kerap kali dihadapi oleh para peserta sepanjang perjalanan pelayanan dan menganalisa setiap kasus tersebut. Melalui analisa kasus tersebut, para peserta diharapkan dapat semakin terampil dan bijaksana di dalam merespon konflik yang terjadi di tengah-tengah pelayanan mereka. 


Dalam kesempatan ini pimpinan HKBP, Ompui Ephorus Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dan Kepala Departemen Marturia Pdt. Daniel Taruli Asi Harahap juga hadir memberikan sambutan dan motivasi bagi peserta. Ompui Ephorus berharap, HKBP kedepannya dapat memiliki tim transformasi konflik yang dapat membantu para pelayan dalam mengembangkan pelayanannya. Peserta nampak bersemangat dan antusias mengikuti kegiatan pemberdayaan tersebut. Kegiatan hari kedua ditutup dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Pintauli Lubis. (Vbm) 

Pustaka Digital