"Ai Ahu do donganmu,” ninna Jahowa, “laho paluahon ho; ai sun siap do bahenonHu saluhut bangso parbegu haambolonganmu na Hubahen i na sai laon, alai anggo ho ndang siap bahenonHu; ingkon pinsangonHu do ho nian hombar tu uhum, jala ndang tarbahen so toruanHu ho.

Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Jeremia 30:11

Pembinaan & Pembekalan Calon Pelayan LPP III: Striving For Excellence

Selasa, 16 November 2021

HKBP adakan Pelaksanaan Latihan Persiapan Pelayanan Ketiga (LPP III) pada 14 – 26 November 2021. LPP III ini diadakan kepada para calon pelayan yang sudah menjalani LPP I – II. Pelaksanaan LPP adalah sebagai bentuk persiapan calon pelayan untuk mendalami tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan di HKBP sesuai dengan panggilan tohonan masing-masing di tengah gereja dan masyarakat. Sebanyak 154 calon pelayan HKBP, yakni Calon Pendeta, Calon Guru Huria, Calon Bibelvrouw, dan Calon Diakones yang mengikuti pembinaan dan pembekalan LPP III di Seminarium Sipoholon.


Salah satu pembinaan dan pembekalan disampaikan oleh Kepala Departemen Koinonia HKBP, Pdt. Dr. Deonal Sinaga. Beliau menyampaikan materi yang dibagi ke dalam dua sesi, yakni sesi I (pukul 09.00 -10.30 WIB) dengan topik “Striving for Excellence” yang mendorong para calon pelayan untuk tampil tangguh dan percaya diri, kuat, elastis, dan tahan uji. Gereja membutuhkan pelayan yang berkarakter (excellent) yang kehadirannya membawa terang di tengah kegelapan, solusi di tengah kebuntuan, sukacita di tengah duka, dan harapan di tengah kesusahan. Untuk mencapai excellence, maka dibutuhkan nilai-nilai yang perlu dikembangkan, yakni spiritualitas, kerja keras, kerendahan hati, apresiasi, kepercayaan, team work, informasi, komunikasi, dan koordinasi.


Pada sesi II (pukul 11.00 – 12.30 WIB), Kadep Koinonia memaparkan topik “Pelayan HKBP yang Transformatif & Aktualisasi Diri di Era Digital dan Masa Pandemi.” Pada sesi ini, para calon pelayan didorong untuk menjadi pelayan inovatif dan kreatif, serta memperlengkapi diri menjadi motivator yang handal. Selain itu, para calon pelayan diharapkan mampu mengembangkan diri dan memberi pelayanan terbaik baik di dalam maupun di luar gereja. Hal terutama yang diperhatikan seorang calon pelayan transformatif adalah memiliki sikap yang positif, optimis, semangat, dan berpengharapan.


Interaksi aktif antara calon pelayan dengan Kadep Koinonia HKBP sebagai penceramah berlangsung dalam setiap sesi. Melalui sesi diskusi, para calon pelayan diberikan kesempatan untuk bertanya, atau memberikan pernyataan secara terbuka. Terlihat antusiasme para calon pelayan untuk bertanya dan memberikan pendapat pada sesi diskusi. Melalui pelatihan dan pembinaan ini, diharapkan mereka mampu menjawab tantangan zaman serta menghasilkan buah yang manis dan indah bagi jemaat-Nya.


(DK-AAS)


Pustaka Digital