"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Pemuda HKBP Dilatih Kembangkan Ekonomi Kreatif Kriya Berbasis Daur Ulang

Kemitraan HKBP dengan pemerintah melalui Kementerian Parawisata- Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) dilakukan dalam bentuk upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui ekonomi kreatif. Disebut ekonomi kreatif karena menunjukkan aktivitas usaha industri yang dilakukan dengan memanfaatkan dan mengembangkan kondisi sumber daya alam di sekitar lingkungan masyarakat dengan ciri khasnya tersendiri. 



Satu program workshop Pengembangan Ekonomi Kreatif Kriya Berbasis  Daur Ulang dilakukan selama dua bulan (6 Agustus -  6 Oktober 2021) di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit. Kegiatan ini dikhususkan bagi Pemuda HKBP yang berasal dari 9 Distrik. Pembukaan Workshop dilakukan hari ini (6/8/2021) secara semi virtual (hybrid)  dan  bersamaan dengan vaksinasi dan soft launching bobobox di Sibisa, Kabupaten Toba. Ketiga kegiatan ini resmi dibuka oleh Menparekraf, Sandiaga Salahuddin Uno. 



Disebutkan Workshop kepada pemuda HKBP  sebagai tindaklanjut dari pertemuan Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dengan Sandiaga ketika beliau mengunjungi makam  Dr. I.L. Nommensen di Sigumpar (10/6/2021). Pengembangan ekonomi kreatif masyarakat  berjalan seiring pemantapan Danau Toba sebagai destinasi wisata super prioritas. 


Ephorus, Pdt. Robinson Butarbutar berterima kasih atas perhatian Menparekraf dan BPODT memajukan masyarakat yang berdomisili di seputaran Danau Toba. HKBP dengan segala kekuatannya mendukung program  yang ditetapkan pemerintah demi terwujudnya masyarakat sejahtera. Workshop ekonomi kreatif yang ditujukan kepada pemuda HKBP adalah sesuatu yang sangat berharga. Kegiatan selama dua bulan  di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit dapat dijadikan sebagai pilot project, contoh bagi banyak daerah. Agar pemuda di seluruh nusantara  "berdiri di kaki sendiri" atau "mandiri". Dan bukan hanya itu, pemuda yang dilatih harus dapat menjadi penggerak dan pelatih bagi sesamanya pemuda sekembalinya dari tempat ini ke daerah masing-masing, tandas Pdt. Robinson.


Pada pembukaan workshop, tampak hadir Kepala Departemen  Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Marturia, Pdt. Kardi Simanjuntak, M.Min dan Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora Purada Sinaga, M.Th. Terlaksananya pembukaan  workshop dengan tidak terlepas dari kerja keras, Kepala Biro Pembinaan, Pdt. Dr. Enig S Aritonang dan Kepala Pengelola Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Pdt. Agus Simanullang, S.Th (B.TIK)

Pustaka Digital