"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Pemuda HKBP Yang Transformatif, Inovatif, Dan Kreatif

Selama dua hari (10-11/9/2021) pemuda HKBP lakukan Konsultasi Nasional secara semi virtual. Peserta berjumlah 162 orang dan yang hadir onsite mengikutinya di Perkampungan Pemuda HKBP Jetun Silangit, Tapanuli Utara. 



Di hari pertama, Jumat (10/9/2021), Ompu i Ephorus, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar menyampaikan kepada peserta supaya meneladani tranformasi yang dilakukan Yesus Kristus di semua lini kehidupan. "Yesus melaksanakan tranformasi di usia muda. Ia pergi bukan untuk dilayani tetapi melayani (Markus 10: 45). Di mana pun pemuda HKBP berada, hendak dapat menghadirkan syalom (damai sejahtera) Allah dan bergerak melawan kebodohan, melawan usaha yang membuat manusia sakit, susah dan menderita. Pemuda-pemuda melakukan pencerdasan-pencerdasan pada banyak orang. Maka reformator-reformator yang dibutuhkan bangsa, negara dan masyarakat, hendaknya datang dari gereja."


Sedangkan Kepala Departemen Koinonia, Pdt. Dr. Deonal Sinaga menyebutkan hendaklah "Pemuda HKBP tampil tangguh, kuat, elastis dan tahan uji. Artinya pemuda transformatif adalah pemuda yang mau berubah dan terus berubah agar semakin bagus."


Tema dari Konsultasi ini adalah dipilih, ditetapkan, dan pergi untuk menghasilkan buah (Yohanes 15: 16). Sub temanya, "Naposobulung (Pemuda) HKBP terpanggil menjadi transformatif, Inovatif dan kreatif di era digital dan pandemi Covid-19." Ketua Umum PGI, Pdt. Gomar Gultom, M.Th menjelaskan kedua hal ini secara lugas.


 "Pandangan tentang perubahan besar di era revolusi industri 4.0. 

Sense dan kreativitas menjadi kekayaan yang dimiliki oleh manusia yang tidak bisa dimiliki oleh teknologi. Ketidakmampuan menyikapi perubahan akan menjadi kegagalan. Contohnya, Nokia yang dahulu menjadi pelopor handphone, tapi tidak lagi dikenal orang karena nokia gagal mengantisipasi perubahan masyarakat. 

Sebaliknya beberapa pihak seperti Uber malah mendapat ruang luas dalam kemajuan teknologi. Mereka bisa membangun bisnis taxi raksasa tanpa memiliki satupun taxi," jelas Pdt. Gomar.


"Dunia digital menjadi keniscayaan terutama bagi generasi milenial, tanpa gadget manusia masa kini akan kelimpungan. Teknologi saat ini menawarkan kecanggihan dan kecepatan, dan pilihan yang tidak terbatas.

Kesabaran kita semakin tergerus karena banyaknya tawaran kecanggihan dan kecepatan. Kita juga semakin individualis karena sifat customize teknologi masa kini.

Fenomena anak-anak milenial adalah kreatif dan inovatif (startup unicorn dibangun oleh anak milenial).

Produktif, kritis pada fenomena sosial.

Kemampuan multi tasking.

Semangat berbagi, anak-anak muda sangat mudah melakukan crowdfunding di medsos.

Traveling

Komunitas dunia maya," sebut Pdt. Gomar lagi.


Peserta yang hadir dicerahkan oleh pemateri-pemateri yang handal di bidangnya masing-masing. Di samping yang disebut di atas, panitia konsultasi juga menghadirkan pemateri Cyber Kreasi Kementerian Informasi dan Komunikasi, Yohana Elizabeth Hardjadinata, MBA, M.Pd dan dari Kementerian Olah Raga dan Pemuda, Dr. M. Asrorun.

Kehadiran Bupati Tapanuli Utara, Drs. Nikson Nababan, M.Si yang memberikan kata sambutan menambah semangat pemuda, peserta Konsultasi Nasional.



Kegiatan ini dapat berjalan baik, atas usaha dan kerja keras Ketua Panitia, Pdt. Dr. Enig S. Aritonang dan Sekretarisnya, Pdt. Toho Sinaga, S.Th, M.I.Kom. (B.TIK)

Pustaka Digital