"Ai Ahu do donganmu,” ninna Jahowa, “laho paluahon ho; ai sun siap do bahenonHu saluhut bangso parbegu haambolonganmu na Hubahen i na sai laon, alai anggo ho ndang siap bahenonHu; ingkon pinsangonHu do ho nian hombar tu uhum, jala ndang tarbahen so toruanHu ho.

Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Jeremia 30:11

Penutupan Pelatihan Advokasi Departemen Diakonia HKBP

Pematangsiantar, (22/5/2021) Setelah melewati proses pelatihan selama tiga hari sejak 19 Mei 2021, hari ini Sabtu, 22 Mei 2021 penutupan Pelatihan Advokasi Berperspektif Gender dan Anak dilaksanakan di Kantor Departemen Diakonia, Pematangsiantar.


Kegiatan ini ditutup secara resmi oleh Kepala Departemen Diakonia, Pdt. Debora Purada Sinaga, M.Th. Pesan yang hendak disampaikan lewat pelatihan yang  dilakukan secara terbuka bagi agama lain ini ialah; melalui kegiatan jemaat gereja semakin banyak membaur di luar gereja HKBP dan dengan umat kepercayaan yang lain. Dan atas keikutsertaan sertaan dalam pelatihan, Kepala Departemen Diakonia memberikan sertifikat kepada peserta. 



Dalam penutupan ini, tiga orang peserta menyampaikan kesan selama pelatihan. Diak. Quartini Situmorang, S.Psi, M.Psi. Psikolog, pimpinan Permata Diakonia menyampaikan selama pelatihan berlangsung sangat bermanfaat karena dapat bertambah jejaring dan memahami UU terkait pendampingan perempuan dan anak. Membuka wawasan terkait perbedaan gender dan kuadrat dan pendampingan bagi korban. Serta mendorong untuk lebih peduli dan berbuat. 


Wulan Febryanto Angraini peserta dari umat beragama Islam menyampaikan terima kasih telah diikut sertakan dalam pelatihan dan merasa disambut dengan baik tanpa membeda-bedakan antara yang satu dengan yang lain.


Anita Chintia Inggri Gultom seorang mahasiswa mengungkapkan bahwa ia merasakan kehangatan berkumpul selama kegiatan dan ia semakin mengerti banyak sekali pasal-pasal. Anita juga ingin lebih membuka mata dan telinga untuk teman-teman yang menderita kekerasan fisik maupun seksual yang ada dekat dan di luar pekarangan yang ditemuinya. (SKD-DAT)


Pustaka Digital