"Manang ise na mangarupa halak na parir, mangaleai Sitompa ibana do; alai manang ise na pasangap Ibana, asi do rohana mida na pogos.

Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia."

Poda 14:31

Perayaan MBO & Jubileum 50 Tahun HKBP Pardomuan Resort Pardomuan, Distrik XXX Riau Pesisir

Jemaat dan pelayan HKBP Pardomuan Resort Pardomuan Distrik XXX Riau Pesisir memperlihatkan kebersamaan dan sukacitanya pada perayaan Peletakan Batu Penjuru atau Mameakhon Batu Ojahan (MBO) dan Jubileum 50 tahun yang diselenggarakan pada Sabtu-Minggu (19-20/3/2022). Kegiatan pada Sabtu lalu (19/3/2022) dilayankan oleh Praeses, Pdt. Sarlen Lumbantobing, M.A dan Pendeta Resort, Pdt. Halomoan Hutagaol, S.Th



HKBP Pardomuan resmi ditetapkan berdiri pada tanggal 22 Februari 1972 , saat Penatua Ps Gultom terpilih sebagai pimpinan jemaat. Sejak itu, pimpinan jemaat dari kalangan penatua dan pelayan penuh waktu telah silih berganti. Bahkan jemaat HKBP Pardomuan dapat menjadi jemaat induk (huria sabungan) dari Resort Pardomuan. Kini jemaatnya berjumlah 788 kepala keluarga. 




Puncak perayaan itu diselenggarakan pada Minggu (20/3/2022), dipimpin oleh Ompu i Ephorus, Pdt. Dr Robinson Butarbutar. Dalam khotbahnya, Ompu i memberitahukan kepada seluruh jemaat yang hadir onsite dan online bahwa Yesus memiliki jabatan Imam, Nabi, dan Raja. Ia hadir mengingatkan seluruh umat dan melakukan pertobatan.


"Manusia itu memiliki kelemahan dan keterbatasan. Sangat mudah juga manusia jatuh ke dalam dosa. Banyak faktor yang menyebabkan manusia itu jatuh ke dalam dosa yaitu amarah, keangkuhan, cemburu, iri hati, dan egoisme. Untuk itu, Yesus mengingatkan setiap pengikut-Nya untuk bertobat, jika tidak demikian, akan binasa," tegas Ephorus.


Usai berkhotbah, Ompu i melayankan ibadah MBO yang diikuti seluruh jemaat dan pelayan HKBP Pardomuan. Seturut dengan tata gereja HKBP, kegiatan MBO merupakan kegiatan angkat janji seluruh warga jemaat untuk hidup dalam kebenaran Firman Tuhan dan mengajarkannya kepada generasi muda, berjanji menjaga kekudusan bangunan gereja dan pekarangannya. Warga jemaat berhak mengingatkan setiap orang yang merusak dan mencemari bangunan gereja dan pekarangan. Kegiatan MBO merupakan penyerahan seluruh harta benda jemaat (huria) menjadi milik pusat atau Kantor Pusat HKBP.


Ibadah Perayaan MBO dan Jubileum 50 tahun HKBP Pardomuan diikuti seribuan warga jemaat, pelayan, dan tamu undangan. Hingga kini, kegiatan pesta sedang berlangsung (B-TIK)

Pustaka Digital