"Ai Ahu do donganmu,” ninna Jahowa, “laho paluahon ho; ai sun siap do bahenonHu saluhut bangso parbegu haambolonganmu na Hubahen i na sai laon, alai anggo ho ndang siap bahenonHu; ingkon pinsangonHu do ho nian hombar tu uhum, jala ndang tarbahen so toruanHu ho.

Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Jeremia 30:11

Peringati Hari AIDS Sedunia, Departemen Diakonia HKBP Manfaatkan Becak Untuk Sosialisasi

Balige, 01 Desember 2021, HKBP AIDS Ministry bersama Pemerintah Kabupaten Toba dengan Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Puskesmas Tandang Buhit Balige, dan Rumah Sakit HKBP Balige lakukan pawai peringatan Hari AIDS Sedunia. Sebelum pawai berlangsung, dilaksankaan screening darah HIV kepada 30 penarik becak dan kepada masyarakat yang hadir. Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Purada Sinaga, M. Th bersama Praeses Distrik XI Toba Hasundutan, Pdt. Same Siahaan, dan Pdt. Resort HKBP Balige, Pdt. Anthoni Manurung, turut hadir dalam kegiatan dan mengikuti screnning dan tes antigen.




Peringatan Hari AIDS di Kabupaten Toba ini diawali dengan doa pembuka oleh Praeses Distrik XI Toba Hasundutan, Pdt. Same Siahaan. dr. Tihar Hasibuan (Ketua HKBP AIDS Ministry), dalam kata sambutannya menerangkan bahwa terlaksananya kegiatan ini merupakan inisisasi dari HKBP AIDS Ministry, bekerja sama dengan Pemkab Toba, sebagai bentuk komitmen untuk mencegah infeksi HIV baru dan kematian karena AIDS. Diakones Berlina Sibagariang (Sekretaris Eksekutif HAM) memaparkan bahwa sejak HKBP AIDS Ministry berdiri tahun 2003, di seluruh wilayah Tapanuli Raya telah ditemukan 936 orang, dan saat ini meningkat hingga berjumlah 508 orang yang hidup dengan HIV. Oleh karenanya, beliau mengajak seluruh masyarakat dan pemerintah untuk lebih serius mewujudkan pencegahan dan pengendalian HIV AIDS. Beliau juga mengucapkan terima kasih kepada penarik becak yang telah bersedia turut dalam pawai hari ini.


Bupati Kabupaten Toba, Ir. Poltak Sitorus berharap agar kegiatan ini dapat membawa perubahan baik bagi masyarakat Kabupaten Toba serta mendorong masyarakat untuk bergotong royong memutus penularan HIV. Tak lupa, Beliau turut mengapresiasi kegiatan kreatif yang dilakukan oleh HAM untuk menggerakkan masyarakat, dan mengakhiri kata sambutannya dengan berterima kasih kepada HKBP AIDS Ministry yang telah menginisasi acara kreatif ini.


Pdt. Debora Purada Sinaga, M. Th juga menyampaikan kata sambutan hangat kepada seluruh pihak. "ijinkan saya membuktikan kepada dunia, betapa indahnya sinergitas HKBP dan Kabupaten Toba yang bekerja sama mencapai ending AIDS 2030, melalui kerja sama yang telah berlangsung sejak lama hingga saat ini." Beliau juga menerangkan bahwa HKBP sejak lama telah melakukan pelayanan ini di Kabupaten Toba dan hingga kini tetap konsisten di dalam pelayanan. Beliau berharap agar Kabupaten Toba tetap berkomitmen melakukan program pencegahan dan pengendalian HIV AIDS.

Pawai hari ini menjadi sangat menarik, karena menggandeng 30 pengendara becak Balige, yang sehari-hari bertemu dengan masyarakat Balige. Di Becak tersebut, dipasang spanduk yang berisikan tema Hari AIDS Sedunia: Akhri AIDS: Cegah HIV, Akses Untuk Semua dengan Goal Bersama Dunia Yaitu Ending AIDS 2030. Dengan spanduk tersebut, 30 becak dengan satu mobil pick up berkeliling kota Balige, sambil menyerukan pencegahan HIV AIDS dan mendukung hak-hak orang yang hidup dengan HIV.




Pawai ini dibuka langsung oleh Pdt. Debora dan Bupati Kabupaten Toba, Ir. Poltak Sitorus yang juga mengendarai salah satu Becak dalam pawai tersebut. Dengan mematuhi protokol kesehatan, kegiatan pawai berjalan dengan baik mulai dari depan Gedung Serbaguna HKBP Balige, hingga perjalanan keliling pawai berhenti di bundaran, berjalan dengan baik. Bupati Toba dan juga Kepala Departemen Diakonia, ikut dalam barisan pawai, bersama 30 Becak dan orator yang menyuarakan kepada masyarakat agar ikut dalam pencegahan HIV dan mendukung hak orang-orang dengan HIV. Melalui pawai tersebut juga disuarakan bahwa HIV tidak menular melalui kontak sosial biasa, dan mengajak masyarakat untuk tidak memberikan stigma diskriminasi kepada ODHIV dan keluarganya.




Tiba di bundaran, seluruh peserta pawai membagikan pita dan stiker dan brosur kepada para pengendara. Melalui kegiatan ini, kita doakan agar masyarakat semakin memiliki kesadaran untuk pencegahan HIV AIDS, sehingga ending AIDS 2030, pencapaian Three Zero, (zero infeksi HIV baru, zero kematian karena AIDS dan Zero stigma diskriminasi) dapat tercapai.

HKBP menjadi berkat


Pustaka Digital