"Arga do hamu ditobus; unang ma olo hamu parhatobanon ni jolma!

Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia."

1 Korint 7:23

Pesan WhatsApp Cln. Diak. Rita Suryani Tambunan misionaris HKBP di Pulau Bengkalis Riau kepada Kadep Marturia

"Selamat sore Amang, saya ingin berbagi informasi pelayanan saya di Mekar Delima Bengkalis. Saya beserta anak didik, sudah melakukan pertemuan sebanyak 4x sampai hari ini. Dilakukan pada hari Selasa, Kamis dan Sabtu. Awalnya yang datang belajar 5 orang anak SD , dan 2 orang anak SMA Puji Tuhan, sekarang sudah bertambah 1 orang anak SD dan 1 orang lagi putus sekolah karena faktor ekonomi keluarga Puji Tuhan, si anak mau di ajak belajar bersama Jadi jumlah total murid yang saya ajari ada 9 orang , 6 diantara nya non Kristen, dan 3 org lagi suku Akit yang sudah masuk Kristen. 


Saya sendiri tinggal di Sungai Labu yang jarak tempuh setengah jam dengan kereta (sepeda motor) ke Mekar Delima. Di Sungai Labu jumlah anak ada 16 orang, 6 di antaranya bukan Kristen, dan 10 orang suku Akit yang sudah masuk Kristen." Postingan di wall FB Daniel Taruli Harahap tertanggal 19 April pukul 18.00 WIB.


Kadep Marturia Pdt. Daniel Taruli Harahap setelah menerima pesan WhatsApp Cal. Diak. Rita Suryani Tambunan menyampaikan perasaannya yang campur aduk. “Lagi-lagi bercampur-aduk perasaan saya antara bangga, bahagia, senang, haru, prihatin dan juga waswas. Saya langsung menyampaikan agar Rita Suryani tetap semangat dan gembira, tetap berdoa, tetap tekun melayani dan tetap jaga diri baik2”, sebut Pdt. Daniel membalas Wa misionaris HKBP Cal.Diak. Rita. Kadep Marturia terkesan membaca Wa. Rita yang Sama sekali tak ada keluhan atau komplain atau perasaan lainnya dalam WA-nya. “Saya perhatikan di wajah menyinarkan, dan keriaan dan juga keberanian. Selamat datang generasi tangguh pelayan HKBP, kata saya dalam hati."


Kejadian itu menambah semangat Pdt. Daniel Harahap sebagai Kadep Marturia, Ia tak sabar menunggu pelatihan misionaris tahap kedua agar bisa mengirimkan seorang teman Suryani ke sana agar lebih bersemangat lagi di lapangan zending yang jauh dari keramaian namun sarat keterbatasan itu.


Terakhir kutipan percakapan Kadep Marturia dengan Cal.Diak. Rita: “Terakhir pertanyaan saya: apakah listrik sudah masuk? Sudah Amang. Puji Tuhan. Bisa share lokasi? Kalau di Mekar Delima tidak bisa Amang karena masih hutan. Bah. Okelah Ito. Jaga dirimu baik2. Ompu i Ephorus, saya, dan kami semua tidak berhenti mendoakan kalian”. (P.Sam – B'TIK).



 

Pustaka Digital