"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Pimpinan Pusat Monitoring Sekolah Tinggi Guru Huria HKBP

Sipoholon – Ephorus dan Sekretaris Jenderal HKBP mengunjungi kampus Sekolah Tinggi Guru Huria (STGH), Sipoholon untuk monitoring jalannya kegiatan dan program STGH pada masa pandemi. “Pimpinan datang untuk mendukung dan monitoring guna melihat mana yang mandek dan maju,” kata Ephorus membuka pertemuan dengan Dosen dan Staf STGH (10/8/2021).





Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan memoderasi pertemuan dengan empat topik pembicaraan: 1) Bagaimana semangat dan disiplin kerja semua komponen STGH? 2) Bagaimana kondisi akreditasi STGH kekinian? 3) Apa yang dapat kita perbuat untuk menunjang akreditasi tersebut? 4. Bagaimana kondisi fasilitas dan personel STGH?



Memulai diskusi dan menjawab pertanyaan, Pdt. Marnaek Simanungkalit, Ketua STGH, mengatakan bahwa STGH selalu mengupayakan disiplin seluruh civitas STGH walaupun masih belum maksimal. “Untuk mengupayakan disiplin dan semangat kerja, tiap-tiap unit di STGH telah membuat SOP (Standart Operating Procedure - red),” terang Pdt. Simanungkalit.

 

Gr. Tepat Hutagaol, Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan, mengatakan bahwa kebaktian rutin mahasiswa tetap berjalan secara daring dan terus diawasi oleh Bapak dan Ibu Asrama. Menanggapi penjelasan Gr. Hutagaol, Ompui Ephorus mengingatkan supaya bagian kemahasiswaan membuat daftar hadir untuk semua kegiatan mahasiswa, “itu adalah data yang penting sebagai laporan dan mendukung akreditasi kita nanti,” ujar Ephorus HKBP.

 

Dalam urusan kelengkapan akademik dan akreditasi, Dosen-dosen STGH juga sedang berupaya menyelesaikan RPS (Rencana Pembelajaran Semester - red) untuk dilaksanakan dan dipaparkan kepada tim asesor nantinya. “Tidak ada pilihan lain apabila ingin mencapai akreditasi semua dosen harus saling tolong untuk mengisi RPS,” ujar Pdt. Tinambunan menyemangati para dosen.

 

Untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Pdt, Simanungkalit meminta kepada Ompui Ephorus agar mengirimkan tenaga pengajar pada bidang Teologi Biblika Perjanjian Lama, Perjanjian Baru, dan Liturgika mengingat Dosen STGH saat ini dapat digolongkan menjadi dua bidang yaitu Teologi Praktika (4 orang) dan Teologi Sistematika (4 orang).


 


Pada akhir pertemuan Pdt. Simanungkalit menyampaikan bahwa di Gerakan Seribu Rupiah yang terlaksana di seluruh HKBP juga terlaksana dengan baik di STGH. Untuk itu, STGH menyerahkan hasil Gerakan Seribu Rupiah mereka sebanyak 50 juta rupiah kepada Sekretaris Jenderal HKBP. Ompui Ephorus dan Sekretaris Jenderal HKBP, di dampingi oleh beberapa dosen dan staf STGH, juga menyempatkan untuk meninjau proses pembangunan rusunawa yang nantinya diperuntukkan sebagai asrama mahasiswa STGH. (SKS-NS)

Pustaka Digital