"Dibahen i, ndang marnaloja hami; ai lam tu burukna pe hajolmaonnami parduru i, anggo parbagasan i ariari do dipaimbaru.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari."

2 Korint 4:16

Plastikpay, Solusi Cerdas Pemanfaatan Limbah Plastik

Pematang Siantar, 7/11/2021

Indonesia merupakan penghasil sampah plastik terbesar ke-2 di dunia. Meskipun demikian, Indonesia tetap melakukan import sampah plastik. Hal ini disebabkan karena kurangnya pasokan sampah plastik yang diterima oleh pengepul dari para pemulung, serta dikarenakan rendahnya persentase sampah plastik yang dapat didaur ulang kembali (data menunjukkan hanya 10%).


Berangkat dari kenyataan tersebut, Plastikpay yang diinisiasi oleh Bpk. Suhendra Setiadi beserta kawan-kawan hadir di tengah masyarakat. Kemunculan Plastikpay bertujuan untuk memaksimalkan pengelolaan sampah plastik di Indonesia serta mendukung perekonomian masyarakat, khususnya para pemulung. Plastikpay memberikan harga beli yang cukup tinggi kepada para pemulung untuk sampah yang mereka kumpulkan. Plastikpay juga bekerja sama dengan para pengepul dalam mengelola sampah plastik yang dikumpulkan oleh pemulung.


Kerinduan untuk memaksimalkan pengelolaan sampah plastik, serta upaya mendukung perekonomian masyarakat (khususnya warga gereja - termasuk HKBP), menjadi motivasi bagi Bpk. Setiadi dalam menjajaki kerja sama dengan HKBP. Penjajakan tersebut dimulai dengan memperkenalkan Plastikpay melalui webinar yang dilakukan secara zoom.

Webinar dilakukan pada hari Sabtu (6/11/2021). Tidak sekedar pemaparan dan pengenalan mengenai Plastikpay, namun dalam webinar turut melangsungkan dialog sehat dengan para peserta.


Kesempatan diskusi tersebut dimanfaatkan oleh Bpk Pdt. Palti Panjaitan. Beliau menyampaikan beberapa pertanyaan, di antaranya: sejauh mana keberadaan Plastikpay tidak mendatangkan efek buruk bagi para pengepul, serta bagaimana cara untuk memastikan bahwa badan-badan usaha yang bekerja sama dengan Plastikpay bukanlah badan usaha atau perusahaan nakal yang merusak lingkungan? Bpk. Setiadi menyatakan bahwa Plastikpay hanya akan bergelut pada jenis sampah plastik dan Plastikpay juga membangun kemitraan dengan pengepul, selaindengan para pemulung. Beliau menambahkan bahwa Plastikpay akan sangat berhati-hati dalam membangun kemitraan dengan perusahaan-perusahaan, agar tidak bermitra dengan perusahaan perusak lingkungan.

Kepala Departemen Diakonia HKBP, Pdt. Debora Sinaga, MTh menyambut baik kehadiran Plastikpay, karena kehadirannya tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan perekonomian, namun juga menjaga lingkungan hidup. Plastikpay dinilai sebagai salah satu solusi cerdas memanfaatkan sampah plastik agar bernilai ekonomis dan ekologis.


HKBP menjadi berkat.


Pustaka Digital