"Ai Ahu do donganmu,” ninna Jahowa, “laho paluahon ho; ai sun siap do bahenonHu saluhut bangso parbegu haambolonganmu na Hubahen i na sai laon, alai anggo ho ndang siap bahenonHu; ingkon pinsangonHu do ho nian hombar tu uhum, jala ndang tarbahen so toruanHu ho.

Sebab Aku menyertai engkau, demikianlah firman TUHAN, untuk menyelamatkan engkau: segala bangsa yang ke antaranya engkau Kuserahkan akan Kuhabiskan, tetapi engkau ini tidak akan Kuhabiskan. Aku akan menghajar engkau menurut hukum, tetapi Aku sama sekali tidak memandang engkau tak bersalah."

Jeremia 30:11

Program Tarhilala Pemerintah Kabupaten Toba Diapresiasi Ephorus HKBP

Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar dan Bupati Kabupaten Toba, Ir. Poltak Sitorus  datang menghadiri acara wisuda yang diselenggarakan Sekolah Tinggi Bibelvrow (STB) HKBP. Seusai acara tersebut, kedua pimpinan di instansi yang berbeda-beda berbincang dan berdiskusi mengenai peningkatan kemajuan masyarakat di Kabupaten Toba di Kantor Ketua STB HKBP, Laguboti (7/6/2021).

Pada kesempatan itu, Bupati Poltak Sitorus menyampaikan program yang sedang dilakukan Pemerintah Toba yaitu PROGRAM TARHILALA. Poltak Sitorus menyebutkan tanah di daerah Toba sangat subur. Namun masyarakat, khususnya kaum bapa kurang bergairah untuk mengelola lahan pertaniannya. Oleh karena itu, Pemerintah  akan membagikan bibit jagung gratis pada masyarakat petani di Toba.

Pemerintah juga memberi perhatian terhadap kebersihan lingkungan  masyarakat Toba. Pada masyarakat akan dibagikan 2 buah tempat sampah perkeluarga oleh pemerintah. Diharapkan masyarakat dapat memilah yang dapat didaur ulang, dan  sampah yang dapat dijadikan pupuk organik.

Konsep "tarhilala" (lumayan) dilakukan untuk peningkatan kesadaran dan kreativitas masyarakat, bahwa sesuatu yang tidak dibernilai jika dimanfaatkan dengan berbagai kreatifitas akan kembali memiliki nilai dan harga. 

Poltak Sitorus juga menyampaikan kepada Ephorus, harga tanah semakin tinggi di daerah Toba. Itu sebabnya, banyak keluarga  berkonflik mengenai pembagian  tanah warisan.

Bupati Toba meminta kepada Ephorus, agar Pelayan dan Warga gereja HKBP mendukung program yang dikembangkan pemerintah Toba. Demikian pelayan-pelayan gereja berperan aktif dalam pembinaan spiritualitas masyarakat, agar damai sejahtera nyata dalam kehidupan masyarakat.

Program Pemerintah Toba diapresiasi Ephorus, Pdt. Robinson Butarbutar. Beliau mengarahkan dan menekankan kepada Praeses HKBP Distrik XI  Toba Hasundutan, Pdt. Same Siahaan, S.Th agar bersama dengan Praeses HKBP Distrik IV Toba, Pdt. Julson Pasaribu, M.Th, diwakili Kabid Koinonia, Pdt. Tumpal Sinaga, S.Th melakukan kerjasama dengan pemerintah yang dituangkan dalam dokumen kesepahaman bersama (MoU). Pdt. Julson tidak dapat hadir pada diskusi, karena ia akan mempersiapkan akan kunjungan Menteri Parawisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekkraf), Sandiaga Uno Ke Makam Dr. I.L.. Nomennsen di Sigumpar (10/6). Informasinya, kunjungan  Menparekraf berlangsung selama dua hari di Toba (9-10/6/2021).

Perbincangan dan diskusi dengan Bupati Poltak Sitorus    diberitahukan Ephorus kepada Pegawai Kantor Pusat di Ruang Kapelle Kantor Pusat usai ibadah pagi tadi (8/6/2021). (B-TIK)


Pustaka Digital