Renungan Harian HKBP | 18 September 2023

Doa Pembuka: Bapa kami yang di surga, kami bersyukur untuk kasih setia dan penyertaanMu yang kami terima di hari yang baru yang masih Engkau berikan bagi kami. Kami hendak mendengarkan FirmanMu, kiranya Engkau memberikan damaiMu ke hati dan pikiran kami agar kami dapat menerima FirmanMu dan melakukannya di dalam kehidupan kami. Dalam Kristus Yesus kami sampaikan doa kami, Amin. 


Renungan: Roma 3 : 25, “ Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darahNya. Hal ini dibuatNya untuk menunjukkan keadilanNya, karena Ia telah membiarkan dosa – dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaranNya”

Bapak, Ibu serta saudara/i yang terkasih di dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Pada suatu ketika, seorang pelaut mengarungi samudera luas yang gelap dan berbahaya. Pelaut tersebut kehilangan petunjuk dan arah, kemana dia harus membawa kapalnya berlayar. Dia tidak memiliki jalan untuk menyelamatkan dirinya sendiri dan kapal yang dibawanya. Tetapi, tiba – tiba, di tengah rasa takut dan pasrahnya, dari kejauhan, ada cahaya mercusuar yang bersinar terang yang memberikan tanda dan petunjuk arah jalan yang aman dan benar sehingga ia dapat selamat dari samudera yang gelap dan menakutkan tadi. 

Bapak, ibu serta saudara/i yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Demikianlah juga nats kita pada hari ini yang dengan jelas menyatakan bahwa Tuhan Yesus Kristus merupakan jalan pendamaian bagi kita manusia yang berdosa dengan Allah Bapa Sang Pencipta dan pemilik kehidupan. Kristus dinyatakan sebagai jalan pendamaian menggambarkan esensi dari iman Kristen yang meyakini bahwa hanya melalui Yesus Kristus lah pendamaian antara manusia dengan Allah dapat terwujud. Kita yang sesungguhnya dan selayaknya berada di dalam lembah kekelaman dan menakutkan karena dosa yang kita lakukan, hanya dapat kembali ke jalan yang benar, dilayakkan kembali untuk menjadi anak Allah karena pengorbanan Kristus Yesus sang Juruselamat yang menebus dosa kita. Kristus datang dan membukakan jalan keselamatan bagi setiap kita umat yang berdosa. 

Bapak, Ibu serta saudara/i yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Nats ini dituliskan oleh Rasul Paulus kepada jemaat yang ada di Kota Roma yang pada saat itu sedang menghadapi berbagai tantangan dan pergumulan, antara lain, umat Kristen yang masih merupakan komunitas kecil yang baru di Roma masih memiliki resiko dapat menerima penganiayaan dan diskriminasi, kemudian keberagaman kultural dan agama yang ada di kota Roma membuat jemaat Kristen disitu bisa saja mengikuti ajaran dan aliran yang sesat, dan Kota Roma pada saat itu dikenal sebagai kota yang penuh dengan perbuatan dosa, kebejatan moral dan budaya hedonisme, hal ini merupakan tantangan besar bagi jemaat Kristen untuk mempertahankan nilai – nilai dan iman mereka. 

Paulus mengungkapkan pemahamannya tentang pentingnya iman dalam hubungan antara manusia dan Allah. Paulus menjelaskan bahwa Allah telah menetapkan Yesus Kristus sebagai persembahan pendamaian dengan darahNya untuk memaafkan dosa – dosa manusia. Hal ini lah yang menjadi dasar keadilan dan pengampunan Allah kepada mereka yang percaya kepada Yesus melalui iman. Dengan kata lain, melalui Yesus Kristus, manusia dapat dinyatakan adil di hadapan Allah dan menerima pengampunan dosa – dosa mereka melalui iman. Ini merupakan bagian penting dari teologi Kristen yang dengan jelas meyakini peran penting iman dalam keselamatan dan pendamaian manusia. 

Bapak, ibu dan saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Paulus menuliskan bahwa Allah menetapkan Kristus, AnakNya sebagai Jalan Pendamaian. Ini merupakan sebuah kata teologis yang berbobot dan bermakna. Bila merujuk kepada Bahasa aslinya, pendamaian berasal dari istilah Yunani, yaitu hilasterion yang berarti korban pendamaian. Allah secara harafiah menyerahkan Yesus sebagai korban darah untuk membayar hutang dosa – dosa pribadi manusia. Hilasterion juga digunakan dalam Ibrani pasal 9 ayat 5 untuk menggambarkan kursi pengampunan, yaitu tempat di atas tabut perjanjian di mana darah diletakkan untuk pendamaian. 

Bapak, ibu dan saudara/i yang terkasih di dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Karunia pengorbanan Tuhan Yesus Kristus sang Anak Allah untuk menebus dosa kita harus kita terima dengan iman. Paulus juga menjelaskan di kitab Roma ini bahwa Tindakan Kristus atas nama kita, merupakan satu – satunya cara bagi siapa pun untuk dibenarkan di hadapan Allah dan masuk ke dalam Kerajaan Surga. 

Bapak, ibu dan saudara/i yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Nats Firman Tuhan pada hari ini mau mengajak kita untuk berefleksi dan merenungkan beberapa hal, yakni : Pertama, Ayat ini mengingatkan kita bahwa Allah memberikan pengampunan kepada kita, meskipun kita sudah jatuh ke dalam dosa. Ini merupakan kasih karunia yang tidak terduga. Lalu, bagaimana kita merespon kasih karunia ini di dalam kehidupan sehari – hari? Apakah kita sudah melakukan tanggung jawab kita supaya bisa menjadi berkat bagi orang lain, seperti yang telah Yesus lakukan kepada kita? Kedua, ayat ini menyoroti peran iman dalam menerima pengampunan dan keadilan Allah. Sebagai orang yang sudah ditebus, bagaimana kita dapat membantu orang lain memahami pentingnya iman dalam hubungan mereka dengan Allah? Bagaimana kita dapat memperkuat iman mereka? Ketiga, sebagai orang yang sudah menerima keselamatan melalui penebusan Kristus Yesus, kita memiliki tanggung jawab besar untuk membagikan kabar baik tentang pengampunan dan keselamatan melalui Kristus Yesus kepada orang di sekitar kita. Semoga Firman Tuhan hari ini semakin memperteguh dan memperkuat kita di dalam setiap pekerjaan dan pelayanan di kehidupan kita sehari – hari, Tuhan Yesus memberkati kita. Amin. 


Doa Penutup: Kami mengucapkan syukur kepadaMu ya Tuhan Allah Bapa kami atas FirmanMu yang sudah kami dengarkan hari ini yang mengingatkan kami bahwa hidup kami sudah ditebus oleh Kristus Yesus dan dibukakan jalan untuk menerima pendamaian dengan Allah Bapa.  Kami memohon kekuatan daripada Tuhan agar kami mampu menjadi seorang Kristen yang dapat memberitakan kabar baik kepada dunia ini melalui sikap dan perilaku kami yang meneladani kasih Kristus dalam setiap langkah perjalanan kehidupan kami. Kami sampaikan doa kami, di dalam Kristus Yesus, Tuhan dan Penebus Kehidupan kami, Amin. 


C.Pdt. Jeremy Sidauruk, S.Th- Melayani di Kantor Departemen Koinonia HKBP

Pustaka Digital