"Manang ise na mangarupa halak na parir, mangaleai Sitompa ibana do; alai manang ise na pasangap Ibana, asi do rohana mida na pogos.

Siapa menindas orang yang lemah, menghina Penciptanya, tetapi siapa menaruh belas kasihan kepada orang miskin, memuliakan Dia."

Poda 14:31

Sehati Usulkan Sabam Sirait Jadi Pahlawan Nasional, Ephorus HKBP Beri Dukungan Penuh

Grha Oikumene, HKBP.or.id - "Sabam Sirait itu orang merdeka yang memilih menjadi politisi untuk memerjuangkan perdamaian bagi semua orang," sebut Ephorus HKBP dalam khotbahnya di acara Seminar Nasional bertajuk Kepeloporan dan Keteladanan Sabam Sirait dalam Pelayanan di Bidang Politik.


Tidak hanya hadir untuk menyampaikan khotbah, Ephorus HKBP, Pdt. Dr. Robinson Butarbutar memberi dukungannya terkait pengusulan Sabam Sirait menjadi pahlawan nasional. Baginya, Sabam Sirait telah memberikan kontribusi luas bagi negeri pada 7 era presiden Republik Indonesia. Tidak hanya itu, Sabam juga telah menjadi tokoh pelopor dan teladan dalam bidang politik, baik bagi generasi tua maupun generasi muda.


Acara yang digelar oleh Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI), dan mendapat dukungan penuh dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), pengusulan yang diinisiasi oleh Dr. Drs. R. E. Nainggolan, M.M ini menghimpun tokoh-tokoh nasional dan regional Sumatera Utara. Dalam acara seminar ini, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjadi keynote speaker. Berbicara dari Bali, Luhut menyatakan, "Sabam Sirait layak menjadi pahlawan nasional atas jasa-jasanya kepada bangsa kita. Sebagai masyarakat, kita ikuti saja prosedur pengusulannya."


Sontak tepuk tangan peserta yang hadir onsite di Grha Oikumene, Salemba-Jakarta dan di ruang virtual merespon ungkapan Bapak LBP tersebut.

Para pembicara dalam acara ini ialah Manuel Kaisiepo, Pdt. Zakaria J. Ngelow, Barita Simanjuntak, dan Baktinendra Prawiro. 

Hadir juga Ketua Umum PGI, yang juga memberi dukungan penuh akan pengusulan tersebut.

"Ia menolak menyembunyikan identitas kekristenannya. Tapi ia juga menolak berjuang hanya lewat jalur gereja saja. Ia adalah tokoh lintas batas," ungkap Pdt. Gomar Gultom dalam sambutannya. (SKE_JFS)


Pustaka Digital