"Jadi ro ma hata ni si Samuel tu sandok Israel songon on: Molo tung mulak hamu tu Jahowa sian nasa rohamuna, sai paholang hamu ma angka debata sileban sian tongatongamuna, ro di angka sombaon Astarot, jala marsihohot rohamuna tu Jahowa, jala sasada Ibana oloi hamu, asa dipalua hamu sian tangan ni halak Palistim.

Lalu berkatalah Samuel kepada seluruh kaum Israel demikian: "Jika kamu berbalik kepada TUHAN dengan segenap hati, maka jauhkanlah para allah asing dan para Asytoret dari tengah-tengahmu dan tujukan hatimu kepada TUHAN dan beribadahlah hanya kepada-Nya; maka Ia akan melepaskan kamu dari tangan orang Filistin.""

1 Samuel 7 : 3

Sekjend HKBP Berkhotbah pada Ibadah Minggu serta Resmikan Gedung Serbaguna HKBP Tambunan

TAMBUNAN, hkbp.or.id - Kebaktian Minggu di HKBP Tambunan Distrik Toba Hasundutan biasanya dilakukan di gedung gereja dalam dua waktu yaitu pukul 09.00 dan 10.30 WIB (3/7/2022).

Kali ini ibadah dilakukan satu waktu di Gedung Serbaguna HKBP Tambunan yang baru saja diresmikan oleh Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambuan. Ibadah saat ini adalah penggunakan pertama gedung serbaguna tersebut.


Ibadah peresmian gedung diawali dengan nyanyian jemaat lalu gunting pita oleh Ibu Tima Warni Pangaribuan. Kunci gedung diserahkan oleh Pendeta Resort kepada Praeses lalu diserahkan kepada Sekretaris Jenderal HKBP untuk dibuka seraya seluruh warga jemaat memasuki ruangan gedung.




Ibadah Minggu dilayani oleh Praeses Distrik Toba Hasundutan, Pdt. Same Siahaan dan Pendeta Resort HKBP Tambunan, Pdt. Lintong Sitorus sebagai Liturgis dan Sekretaris Jenderal HKBP, Pdt. Victor Tinambunan sebagai Pengkhotbah dengan teks khotbah sesuai Almanak HKBP, Galatia 6: 1-10.


Mengawali khotbahnya, Pdt. Tinambunan menyoroti kebiasaan seseorang yang kerap mengucapkan kalimat berikut untuk "membenarkan diri" ketika tidak melakukan kehendak Allah yaitu: "Kita masih di dunia bukan di surga" atau "kita masih manusia bukan malaikat." Firman Tuhan ini diberikan untuk kita manusia yang telah menerima berkat Tuhan (ayat 1) yang ada di dunia ini, terang Pdt. Tinambunan.


"Kita melakukan yang baik adalah karena telah menerima berkat dari Tuhan bukan supaya menerima berkat Tuhan," terang Pdt. Tinambunan.

Warga jemaat yang hadir membawa dan menyerahkan persembahan khusus (silua -Batak) sebagai dukungan untuk pembangunan.



Setelah ibadah, acara dilanjutkan dengan tarian tortor dari setiap lingkungan dan memberikan ulos (mangulosi -Batak) oleh Sekjend HKBP, Pdt. Victor Tinambunan kepada warga jemaat.

(SKS-NS)


Pustaka Digital