"Pesta Parningotan Ari Hananaek Ni Tuhan Jesus
Topik: Gabe Sitindangi Ni Kristus Tu Sandok Portibi On (Menjadi Saksi Kristus Sampai ke Ujung Bumi)"

Ev: Ulaon ni Apostel 1:6-11/Ep: Psalmen 68:8-19

Sekolah Dasar Latihan HKBP Rayakan Hari Guru Nasional ke-76

Sekolah Dasar Latihan HKBP yang berada di Kompleks Kantor Pusat HKBP Pearaja Tarutung, Kamis (25/11/2021) merayakan Hari Guru Nasional yang ke-76 dalam bentuk ibadah syukur. Ibadah dipimpin oleh Pdt. Chris Desina Sianturi, S. Th sebagai Pengkhotbah.





Pada perayaan Hari Guru tersebut, Pimpinan HKBP yang diwakili Kepala Departemen Diakonia Pdt. Debora P. Sinaga, M. Th. Melalui sambutan videonya, beliau menyampaikan: Selamat Hari Guru Nasional yang ke-76 tahun - 2021. Secara pribadi, beliau mengatakan bahwa peran guru turut membantu Kadep Diakonia untuk dapat menerapkan ilmu pendidikan di kehidupan hingga saat ini. Tuntunan para guru juga telah membantu beliau hingga dapat menempuh pendidikannya di luar negeri.

Ibu Kadep menyampaikan bahwa guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru adalah pihak yang serius mengabdikan serta mendedikasikan diri untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pengetahuan bagi anak-anak bangsa, hingga boleh menjadi anak-anak yang cerdas, baik secara intelektual, emosional maupun spiritual. Mendidik anak juga agar memiliki iman yang tangguh kepada Tuhan, Sang Pemberi pendidikan dan ilmu pengetahuan.

“Di hari yang berbahagia ini, perkenankan saya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para guru, secara khusus yang berada di SD Latihan HKBP Pearaja Tarutung (yang dipimpin Diak. Maida Siagian bersama semua rekan guru dan tim kerjanya), orangtua yang telah menitipkan anak-anaknya dan juga anak-anak kami yang dididik supaya dapat menjadi anak yang mampu bersaing dalam ilmu pengetahuan dan mendapat kesempatan bersaing yang lebih luas lagi” pesan Pdt. Debora mengakhiri sambutannya.

Melalui khotbahnya, Pdt. Chris Desina Sianturi menyampaikan terima kasih kepada guru dan agar tetap setia pada panggilan untuk mendidik murid. Beliau menekankan bahwa peringatan Hari Guru ini hendak mengajak kita merenungkan kembali penyertaan Tuhan pada tugas guru sebagai orangtua di Sekolah. Pdt. Chris juga menekankan bahwa guru adalah teladan bagi muridnya, seyogyanya memang semua orang dewasa bertanggung jawab untuk menjadi teladan (influencer). Guru memiliki waktu terbanyak untuk berinteraksi dengan murid. Oleh karena itu, jadilah teladan.



“Jaga kesehatanmu, jaga hatimu, agar pekerjaanmu kau lakukan di dalam suka cita. Tugas utama guru adalah berproses bersama anak untuk membentuk karakter na maroha. Karena kelak anak-anak akan bertumbuh dewasa menjadi pribadi yang rendah hati” pesan Pdt. Chris.

Di pertengahan acara dilangsungkan penyampaian bunga dan kado, murid-murid SD Latihan HKBP berlomba memberikan bunga dan kado tanda ucapan terima kasih buat pengabdian guru dalam mendidik anak, dari yang tidak tahu menjadi tahu. Tidak lupa peniupan lilin 76 tahun dan pemotongan kue serta membagikannya kepada guru dan semua murid yang mengikuti acara.





Trinita Simanjuntak, salah satu murid kelas 6, mewakili semua murid menyampaikan Selamat Hari Guru kepada guru-guru SD Latihan HKBP dan berterima kasih atas pengabdian sebagai pendidik mereka. Trinita memohonkan kesabaran guru dalam mendidik mereka dan menyampaikan permohonan maaf atas kesalahan yang tidak disengaja kepada para guru SD Latihan HKBP.



Mewakili Komite Sekolah, A. Lumbantobing menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah SD Latihan HKBP Pearaja yang menyelenggarakan Acara Ibadah untuk memperingati Hari Guru yang ke-76.

A. Lumbantobing sangat mengapresiasi perayaan Hari Guru yang baru kali ini dirayakan dalam bentuk ibadah. Mewakili orangtua murid, A. Lumbantobing berharap agar kedepannya SD HKBP semakin meningkatkan kualitas pendidikan, semakin menyejahterakan para guru dan semakin diberkati Tuhan.



Kepala Sekolah SD Latihan HKBP, Diak. Maida Siagian, M. Div mengawali sambutan dengan mengingat perkataan yang pernah disampaikan Ompu i Nommensen yang mengatakan, “Dang tarpajongjong huria di tonga-tonga bangso na oto”. Ini disampaikan pada saat orangtua kita dulu masih buta secara literasi. Kepada guru didik, Diak. Maida menjelaskan tentang empat pilar yang melatar belakangi berdirinya sekolah, yaitu: penginjilan, pendidikan, kesehatan dan perekonomian melaui pertanian. Sekolah dan gereja adalah satu kesatuan, maka dimana ada gereja disitu ada sekolah. Sekolah HKBP pernah mengalami masa keemasannya di tengah bangsa bahkan di tengah dunia internasional.

Diak. Maida melihat bahwa orangtua murid mempercayakan SD Latihan HKBP sebagai tempat mendidik anak-anaknya karena, “Mangolu dope pangajarion ni Tuhan Jesus di diri ni Bapa dan Ibu guru pendidik, Tuhan Yesus adalah guru dan itu yang menjadi teladan kita”.

“Ini adalah sekolah gereja, Yayasan Pendidikan Kristen, ini adalah sekolah HKBP. Oleh karenanya, yang paling penting kita laksanakan adalah pembentukan karakter iman Kristiani, lalu menyusul intelektual dan kecerdasan emosional dan yang lainnya. “Ikkon sipartangiang do Bapa/ Ibu guru”, terang Diak. Maida bersemangat. Mengakhiri sambutannya, beliau mengajak Bapak/Ibu guru serta pegawai untuk bersatu memajukan SD Latihan HKBP.



(P. Sam – B’TIK).