"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Sosialisasi AIDS kepada Pemuda

Pada hari Minggu, 06 Februari 2022 HKBP AIDS Ministry (HAM) melaksanakan sosialisasi kepada 100 orang remaja dan pemuda HKBP Pearaja, Resort Pearaja, Tarutung yang sedang menjalani masa belajar sidi. Kegiatan ini dipimpin oleh Bapak Pdt. Saor Hutagaol, S. Th sebagai Pendeta Resort HKBP Pearaja Tarutung. Sebelum diadakan sosialisasi, kegiatan ini dimulai dengan doa pembuka oleh Ibu Pdt. Melati Butarbutar sebagai Pendeta fungsional di HKBP Pearaja.

Terlaksananya kegiatan ini merupakan salah satu program dari Departemen Diakonia HKBP untuk upaya pencegahan penularan Covid-19. Pada kesempatan ini, HKBP AIDS Ministry memberikan dua sesi dengan tema “Bersama Remaja dan Pemuda HKBP Resort Pearaja Menuju Ending AIDS 2030 dan Pencegahan Penularan Covid-19".


Dua orang yang menjadi narasumber dalam kegiatan ini yaitu: dr. Tihar Hasibuan, MARS (Ketua HAM) yang mensosialisasikan “Pencegahan Penularan Covid-19” dan Diak. Oka Nurhayati Harianja (Divisi Administrasi dan Keuangan) menjelaskan "Bersama Remaja dan Pemuda HKBP Resort Pearaja Menuju Ending AIDS 2030.


Materi yang disampaikan pertama adalah tentang “Pencegahan Penularan Covid-19”. Saat ini telah muncul varian baru dan kemungkinan seiring berjalannya waktu, virus ini akan terus bermutasi. Padahal, sudah banyak masyarakat yang tidak patuh protokol kesehatan lagi, masih ada yang tidak percaya masa pandemi Covid-19 dan bahkan banyak yang tidak mau divaksin. Oleh sebab itu, tujuan dari kegiatan ini adalah mengingatkan remaja dan pemuda untuk tetap menerapkan protokol kesehatan, pola hidup sehat yaitu 5 M: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, mengurangi mobilitas dan menjauhi kerumunan serta menjadi informator pencegahan Covid-19 kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat. Setelah penyampaian materi, berlangsung diskusi melalui tanya jawab. Peserta yang hadir cukup antusias mendengar sesi terlebih saat sesi tanya jawab mereka menyampaikan beberapa pertanyaan kepada dr. Tihar Hasibuan.


Kemudian, sesi yang kedua adalah mengenai “Bersama Remaja dan Pemuda HKBP Resort Pearaja Menuju Ending AIDS 2030. Materi ini sangat baik diketahui oleh para remaja dan pemuda supaya dapat menjaga diri untuk tidak terinfeksi HIV. Ada pun upaya pencegahan penularan HIV dengan beberapa cara: absen untuk melakukan hubungan seks, saling setia kepada pasangan, konsisten kondom, tidak memakai narkoba, dan edukasi. Untuk remaja dan pemuda, Diak. Oka Harianja menyampaikan supaya tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah dan tidak memakai narkoba. Dengan adanya pertemuan ini, remaja juga diharapkan menjadi informator kepada teman sebaya, keluarga, dan masyarakat, sehingga ending AIDS 2030 dapat tercapai dengan tiga nol: nol infeksi baru HIV, nol kematian karena AIDS, dan nol stigma diskriminasi terhadap Orang dengan HIV AIDS.

Pada sesi ini, turut juga hadir Sitto Sihite yang menceritakan perjalanan hidupnya sebagai seorang orang yang hidup dengan HIV yang dulunya susah tidak memiliki pengharapan hidup tapi sekarang telah hidup berdaya dan menjadi motivator untuk orang-orang yang terinfeksi HIV khususnya mereka yang baru mengetahui status HIV-nya. Selanjutnya adalah penyerahan buku ODHA Bukan Akhir dari Segalanya kepada Pendeta Resort HKBP Pearaja Tarutung yaitu Bapak Pdt. Saor Hutagaol, S.Th dan kepada 2 orang remaja yang dipilih oleh narasumber tentunya mereka yang aktif sesi tanya jawab. Kegiatan sosialisasi ini akhiri dengan doa oleh Ibu Diak. Tama Sihotang dan dilanjutkan dengan foto bersama.

HKBP menjadi berkat bagi dunia


Pustaka Digital