"Di ari uju na jongjong ho di adopan ni Jahowa, Debatam, di Horeb, uju na nidok ni Jahowa tu ho; paluhut ma bangso i di Ahu, asa Ahu patubegehon tu nasida hatangKu, angka siparateatehononnasida, asa marhabiaran nasida mida Ahu saleleng mangolu nasida di tano on, asa diajarhon huhut tu angka anakhonnasida.

Yakni hari itu ketika engkau berdiri di hadapan Tuhan, Allahmu, di Horeb, waktu Tuhan berfirman kepadaku: suruhlah bangsa itu berkumpul kepada-Ku, maka Aku akan memberi mereka mendengar segala perkataan-Ku, sehingga mereka takut kepada-Ku selama mereka hidup di muka bumi dan mengajarkan demikian kepada anak-anak mereka."

5 Musa 4:10

Start Small dengan Sehati dan Sepikir


Pada hari Minggu, 12 Desember 2021 diadakan sosialisasi kepariwisataan di distrik II Silindung bertempat di Gedung Serbaguna HKBP Resort Sipahutar dengan melibatkan HKBP Resort Sipahutar, HKBP Resort Sipahutar Selatan, dan HKBP Resort Onan Runggu. Kegiatan ini diikuti sebanyak 136 peserta yang berasal dari para naposobulung ketiga resort tersebut. Di dalam kegiatan ini, juga hadir Pdt. Wesley Sitanggang (Pendeta HKBP Resort Sipahutar), Pdt. Samuel Simatupang (Pendeta HKBP Resort Sipahutar Selatan), Pdt. Kristian Simangunsong (Pendeta Fungsional HKBP Resort Sipahutar), serta para pimpinan jemaat.



Pdt. Dr. Enig Aritonang dari biro pembinaan HKBP, sebagai wakil dari HKBP pusat memberikan penjelasan mengenai kolaborasi atau kerjasama antara pemerintah dengan gereja yang diharapkan sehati dan sepikir di dalam mengembangkan potensi pariwisata yang dimiliki dari setiap distrik yang mengelilingi destinasi super prioritas Danau Toba. Beliau juga menyampaikan mengenai trip preneurship yang bisa dimanfaatkan oleh para naposobulung sebagai bagian di dalam mengembangkan destinasi pariwisata. Bapak JP Sitorus sebagai yang mewaikili dari Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyampaikan bahwa pariwisata sudah menjadi hal yang dibutuhkan oleh setiap orang. Oleh karena itu, kepariwisataan menjadi suatu aspek yang seharusnya dikembangkan dan dapat dipergunakan sebagai lahan untuk menunjang ekonomi dari para penduduk lokal. Tetapi dalam mewujudkan hal itu, dibutuhkan kerjasama tim yaitu antara warga masyarakat dengan pemerintah.



Ketika termin diskusi, para naposobulung antusias di dalam memberikan pertanyaan mengenai kerjasama gereja dengan pemerintah di dalam program kepariwisataan, bagaimana peran mereka di dalam mewujudkan perkembangan destinasi pariwisata yang ada di sekitar mereka, bagaimana mewujudkan kesehatian antar pemuda lokal, dan sebagainya. Kemudian Pdt. Dr. Enig Aritonang dan Bapak JP Sitorus menyampaikan bahwa hal itu dapat diwujudkan jika ada visi atau tujuan yang sama yaitu kemajuan dari destinasi pariwisata tersebut. Supaya destinasi pariwisata yang ada di sekitar tempat tinggal mereka menjadi lebih maju, lebih dikenal, dan diminati oleh lebih banyak pengunjung. Sehingga hal ini dapat memberikan dampak yang positif (mutual effect) terhadap warga lokal dan juga wilayah itu sendiri. (SBP_VBM)

Pustaka Digital